Belajar dari Gresik dan Ampel, Revitalisasi Tempat Ziarah Kampung Adat Mahmud Perlu Dilakukan
Dari sana, lalu bisa membuat pemetaan area secara komprehensif, mulai dari penyiapan lahan untuk transit, dan parkirnya kendaraan kendaraan besar, yang membutuhkan tanah kurang lebih, satu sampai dengan dua hektar, sebagai tempat parkirnya mobil-mobil bus para penziarah, tentunya hal ini tak lepas dari peran berbagai pihak dari instansi pemerintahan daerah di kabupaten Bandung.
Dimana di dalamnya setelah transit, para penziarah yang datang dari jauh bisa beristirahat sejenak, tersedia toilet dalam jumlah memadai, tempat berwudhu, mushola, tempat duduk-duduk, serta pusat informasi, ditambah adanya keberadaan kedai-kedai kopi, maupun tempat jualan berbagai macam souvernir yang dijual di sana, sehingga di seputar Kampung Mahmudnya sendiri, bisa bersih dari penjual, karena direlokasi mendekati langsung konsumennya di terminal tadi. Relokasi para penjual akan lebih efektif untuk menarik konsumen, seperti di lokasi wisata ziarah Demak Sunan Ampel atau Mbah Holil Bangkalan, Madura.
Terminal transit bagi kendaraan bus pengunjung Mahmud pun harus berjarak, dan jarak menuju ke tempat Wisata Ziarah Mahmudnya, paling tidak 1 KM dari sana, sehingga pengunjung yang datang dengan bus, bisa berjalan kaki menuju ke Mahmudnya. Dengan demikian, ia bisa menikmati keadaan sekelilingnya, merasakan wilayah seputar Kampung Mahmud tersebut.
Atau juga bisa memanfaatkan kendaraan yang di sediakan pihak Yayasan Mahmud, seperti halnya di Gresik saat ziarah ke makam Sunan Maulana Malik Ibrahim, dimana bus para penziarah harus transit di terminal yang sudah dikondisikan.
Kemudian penumpangnya otomatis dilayani oleh mobil-mobil bus elf, yang akan membawa rombongan penziarah sampai ke makam Sunan Maulana Malik Ibrahim, dan hal yang sama, sekiranya bisa di adopsi oleh pengelola Mahmud ini, atau pemerintah daerah.
Dengan demikian, potensi pemasukan dari situ, bisa untuk membiayai dan menjaga kebersihan situs Mahmud, pengembangan Kampung Mahmud, dan bisa juga untuk mendanai pengadaan haul Akbar dari Syeh Abdul Manaf Mahmud di setiap tahunnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!