Batik Walk Semarakkan Bandung, Ratusan Warga Rayakan Warisan Budaya
Raisya dan sebagian peserta batik walk di Kota Bandung, Minggu (9/8/2026). /visi.news/dok.bambang melga
Setelah mencapai garis akhir di halaman Gedung Bank Indonesia, kemeriahan acara berlanjut dengan berbagai aktivitas menarik seperti Senam Batik, edukasi transaksi digital melalui QRIS, serta bazar UMKM yang menghadirkan produk-produk unggulan perajin lokal.
Hadirkan Program Batik Difabel
Tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, kegiatan ini juga mengusung semangat inklusivitas dan pemberdayaan sosial.
YBJB berkolaborasi dengan Komunitas Batik Difabel Cimahi untuk meluncurkan program “Batik Difabel”, sebuah program yang dirancang sebagai ruang kreatif bagi penyandang disabilitas agar dapat berkarya sekaligus memperoleh kemandirian ekonomi melalui keterampilan membatik.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari peserta karena dinilai mampu membuka peluang yang lebih luas bagi kelompok difabel untuk berpartisipasi aktif dalam pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi keluarga.
Edukasi Batik Asli dan Printing
Di sela kegiatan, Ketua Harian YBJB yang juga akademisi dan pakar batik, Dr. Komarudin Kudiya atau yang akrab disapa Kang Komar, memberikan edukasi mengenai pentingnya memahami perbedaan antara batik asli dan kain bermotif batik hasil printing.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami karakteristik batik autentik sehingga kerap menyamakan semua kain bermotif batik sebagai produk batik.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!