Basyairul Khairat Syekh Abdul Qadir al-Jailani: Keutamaan dan Faedahnya
VISI.NEWS | BANDUNG - Salah satu shalawat kepada Nabi Muhammad saw yang sangat banyak faedah dan manfaatnya adalah shalawat Basyairul Khairat. Shalawat ini ditulis langsung oleh ulama yang memiliki gelar sulthanul auliya (rajanya para wali), yaitu Sayyidi Syekh Abdul Qadir al-Jilani (di Indonesia populer dengan sebutan "al-Jailani", red).
Di balik masyhurnya shalawat Basyairul Khairat tidak lepas dari nama besar Syekh Abdul Qadir al-Jilani, sosok ulama dengan kapasitas ilmu yang luas dan derajat spiritualitas yang tinggi. Ia mewariskan banyak amalan (baca: bacaan), yang faedahnya untuk meraih derajat yang tinggi di sisi Allah, menggampangkan rezeki, dan banyak lagi manfaat lainnya. Di antara peninggalan itu adalah shalawat Basyairul Khairat. Sumber Shalawat Basyairul Khairat
Penulisan shalawat Basyairul Khairat tidak memiliki sejarah dan latar belakang khusus. Shalawat ini ilham (petunjuk dari Allah) yang diberikan kepada Syekh Abdul Qadir al-Jilani melalui perantara Nabi Muhammad saw, sebagaimana yang pernah ia sampaikan kepada murid-muridnya,
خُذُوْا مِنِّي هٰذِهِ الصَّلَاةَ فَإِنِّي قَدْ أَخَذْتُهَا بِاِلْهَامٍ مِنَ اللهِ
Artinya, “Kalian ambillah semua dari shalawat (Basyairul Khairat) ini. Karena sesungguhnya, aku telah mengambilnya dari Allah karena adanya ilham.” (Syekh Abdul Qadir, as-Shalawatul Mansubah lisy Syekh Abdul Qadir, , halaman 6).
Syekh Abdul Qadir yang memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah dan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Rasulullah, tentu dengan sangat mudah untuk bisa berjumpa dengannya.
Para ulama telah sepakat bahwa Rasulullah bisa mendatangi orang-orang pilihan, baik di waktu terbangun ataupun tidur, termasuk mendatangi Syekh Abdul Qadir. Shalawat ini memang tidak memiliki sejarah dan latar belakang secara khusus di balik penulisannya.
Namun, apakah shalawat yang tidak memiliki sejarah lantas tidak memiliki faedah dan manfaat? Jawabannya tentu tidak. Sebab, Allah tidak akan memberikan suatu amalan maupun bacaan secara khusus jika tidak memiliki faedah dan manfaat di dalamnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!