Basyairul Khairat Syekh Abdul Qadir al-Jailani: Keutamaan dan Faedahnya

ED
Senin, 24 April 2023 | 10:17 WIB
Bagikan
Basyairul Khairat Syekh Abdul Qadir al-Jailani: Keutamaan dan Faedahnya

Selain keutamaan dan faedah yang telah disebutkan, masih banyak lagi faedah yang lain, di antaranya (1) dalam kuburnya akan merasa nyaman, tidak ada kegelisahan dan kesempitan; (2) ia akan dibukakan 40 pintu rahmat; (3) di atas kepalanya akan dipasang lampu dari cahaya sebagai penerang pada hari kebangkitan (al-Ba’tsu); (4) dalam kubur akan ada malaikat di sebelah kanannya yang akan menghibur dan di sebelah kirinya ada malaikat yang menjaganya; (5) di atas kepalanya terdapat mahkota kemuliaan, mendapatkan kendaraan dari surga, dan tidak akan terlihat sedih dan penyesalan, dan tidak pula akan mendapat hisab kelak di hari kiamat.

Kelak ketika melintas di jalan shiratal mustaqim, maka shirath itu pun berkata, “Silakan melintas wahai orang yang sudah dimerdekakan oleh Allah, sesungguhnya aku telah diharamkan untukmu, dan silakan masuk ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu inginkan.”

Selain itu, semua yang ada dalam surga diberikan kepadanya, di setiap pintu terdapat qubbah dari emas, di setiap qubbah ada seratus istana dari cahaya, di setiap istana ada tempat tidur dari kafur, di setiap tempat tidur ada ada bidadari yang bermata indah, Allah menciptakan bidadari tersebut dari wewangian yang harum semerbak seolah olah bulan purnama, kemudian Allah menganugerahkan apa yang belum pernah dilihat mata kepalanya, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.

Sayyidi Syekh Abdul Qadir al-Jilani ketika menjelaskan keutamaan shalawat ini, ia mengutip hadits Rasulullah yang artinya, “Pada malam Isra’ dan Mi’raj, Allah swt berfirman dengan bentuk pertanyaan kepadaku: ‘Langit itu milik siapa Muhammad?’ Nabi menjawab, ‘Milik Engkau, wahai Tuhanku!’ Kemudian Allah berfirman: ‘Kamu milik siapa Muhammad?’ Kemudian Rasulullah terdiam karena malu, sehingga tidak mengatakan sesuatu apa pun. Pada saat yang bersamaan, Allah berfirman, ‘Engkau itu milik orang yang bershalawat kepadamu, menambah kemuliaan dan keagungan derajatmu’.”

Setelah Syekh Abdul Qadir menjelaskan hadits di atas, lantas ia mengatakan kepada para muridnya, bahwa shalawat ini (Basyairul Khairat) sangat sesuai dengan hadits di atas.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.