Banjir Pengaruhi Minat Siswa Baru di Dayeuhkolot
Suasana MPLS di SDN Bojongasih 02, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin (13/7/2026)./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SDN Bojongasih 02, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, tetap berlangsung, Senin (13/7/2026).
Meski jumlah peserta didik baru mengalami penurunan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan banjir tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga mulai memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan di wilayah terdampak.
Tahun ajaran 2026 mencatat hanya 22 siswa baru yang mendaftar di sekolah tersebut, turun dari 26 siswa pada tahun sebelumnya. Jumlah itu juga jauh di bawah target sekolah yang mencapai 35 peserta didik.
Kepala SDN Bojongasih 02, Deni Gunadi, mengatakan kegiatan MPLS tetap berjalan dengan melibatkan seluruh siswa dari kelas satu hingga kelas enam.
"MPLS pada hari ini telah berjalan dan alhamdulillah bisa diikuti sebanyak 22 siswa baru ditemani orang tuanya. Kemudian MPLS juga diikuti anak anak kelas 1 sampai 6," ujarnya.
Menurut Deni, banjir yang hampir setiap musim hujan merendam kawasan Bojongasih menjadi salah satu penyebab menurunnya jumlah pendaftar. Saat banjir terjadi, kegiatan belajar mengajar harus dipindahkan ke balai desa atau dilaksanakan secara daring sehingga mengganggu proses pembelajaran.
Selain faktor banjir, ia menilai lesunya aktivitas industri di sekitar kawasan juga ikut memengaruhi jumlah peserta didik baru karena berkurangnya keluarga pekerja yang menetap di wilayah tersebut.
Sebagai upaya mengurangi dampak banjir, sekolah telah melakukan revitalisasi dengan meninggikan bangunan sekitar satu meter. Namun, Deni menilai langkah tersebut belum cukup apabila tidak diikuti penguatan infrastruktur pengendalian banjir di kawasan sekitar.
"Tapi kami berharap ada tambahan polder atau penyedotan air ke Citarum. Bukan hanya sekolah yang terdampak, tetapi seluruh warga di sini juga menjadi korban banjir setiap musim hujan," tegasnya.
Dia menambahkan, di balik keterbatasan tersebut, para siswanya kerap mengikuti ajang Pendidikan Agama Islam (PAI), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N), hingga Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Tak heran, para siswanya kerap mengukir prestasi di berbagai ajang pendidikan.
"Makanya saya berharap ada bantuan tambahan dari pemerintah untuk menunjang pembelajaran. Seperti buku, atau chromebook. Karena selama ini ada beberapa yang rusak, dan mudah-mudahan bisa ditambah lagi untuk bantuannya," pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!