Bandung Terasa Lebih Dingin? Ini Penjelasan Ilmiah Fenomena yang Terjadi Saat Musim Kemarau
Banyak orang menganggap musim kemarau identik dengan suhu udara yang tinggi sepanjang hari. Namun, secara ilmiah, musim kemarau justru dapat menyebabkan udara malam menjadi lebih dingin.
Menurut penjelasan Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, salah satu penyebab utama adalah minimnya tutupan awan selama musim kemarau.
Pada siang hari, sinar matahari dapat langsung mencapai permukaan bumi tanpa banyak terhalang awan. Akibatnya, tanah dan permukaan jalan menyerap energi panas dalam jumlah besar sehingga suhu udara meningkat.
Namun, ketika malam tiba, energi panas yang tersimpan tersebut dilepaskan kembali ke atmosfer.
Karena langit relatif cerah tanpa lapisan awan yang berfungsi menahan panas, proses pelepasan energi berlangsung lebih cepat.
Akibatnya, suhu permukaan bumi turun dengan cepat sehingga udara pada malam hingga dini hari terasa jauh lebih dingin dibandingkan musim hujan.
Angin Muson Australia Memperkuat Efek Dingin
Selain proses pelepasan panas dari permukaan bumi, fenomena udara dingin di Bandung juga dipengaruhi oleh Angin Muson Australia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!