Bambang Melga Dorong Tabligh Akbar Budaya NU Kab. Bandung
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kabupaten Bandung, Bambang Melga Suprayogi, menginisiasi penyelenggaraan Tabligh Akbar Budaya atau Festival Semarak NU Kabupaten Bandung yang direncanakan berlangsung pada akhir April 2025. Acara ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan NU di Kabupaten Bandung dengan melibatkan berbagai unsur organisasi, banom, serta MWCNU dari 31 kecamatan.
“Ilmu itu mahal, dan hanya pada ahlinya kita bisa belajar jadi cepat bisa. Sukses itu harapan, dan hanya dengan berproses meraih kesuksesan, maka akan dihamparkan jalan-jalan kemudahan,” ujar Bambang Melga dalam rapat persiapan acara tersebut di Kantor PCNU Kab. Bandung, Rabu (26/3/2025). Ia menegaskan bahwa acara ini harus menjadi kerja besar bersama demi kemajuan NU dan kemaslahatan umat.
Festival ini akan menghadirkan berbagai program unggulan, di antaranya pelatihan, pameran UMKM, talkshow, hiburan, bakti sosial, penguatan organisasi, silaturahmi antarumat, hingga panggung seni dan budaya. Selain itu, acara ini juga akan menjadi wadah promosi produk rekanan, perekrutan kader NU unggulan, serta penguatan MWCNU dalam rangka mencapai kemandirian.
Selain aspek budaya dan organisasi, Bambang Melga juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak. “Insyaallah, kita akan menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, perusahaan, bank, dinas-dinas di Kabupaten Bandung, bahkan kementerian dan Menparekraf,” ujarnya. Dengan sinergi yang kuat, acara ini diharapkan memberikan manfaat luas bagi warga NU dan masyarakat umum.
Ketua LP Maarif NU Kabupaten Bandung Nana Supriatna mengusulkan agar panitia dibagi menjadi dua bagian, yakni panitia dari LTN NU dan panitia lokal dari MWCNU. “Kegiatan ini selain menampilkan ragam budaya juga harus mengakomodasi aksi sosial seperti donor darah dan festival yang melibatkan seluruh MWCNU,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa jika memungkinkan, tabligh akbar harus menghadirkan ulama yang berkualitas.
Di sisi lain, Ketua MWC NU Ibun, H. Didin, menyambut baik gagasan ini. Namun, ia mengakui bahwa pendanaan menjadi tantangan besar bagi MWCNU. “Dulu untuk Konfercab dan pelantikan saja sulit mencari dana. Baznas juga tidak bisa membantu. Jadi, kalau MWCNU yang mengelola, hanya bisa berjalan semampunya,” katanya dengan penuh harap agar ada solusi dalam pendanaan acara ini.
Sementara itu, Rustandi dari Lembaga Wakaf NU mengusulkan jadwal sosialisasi program dengan seluruh Ketua MWC NU se-Kabupaten Bandung agar persiapan lebih matang. “Untuk pembiayaan, kami akan berusaha mencari sumber dana yang tepat. Bantuan untuk sound system dan konsumsi mungkin bisa dibantu oleh LWP,” ujarnya.
Bambang Melga kembali menegaskan bahwa sukses atau tidaknya acara ini bergantung pada kerja sama semua pihak. “Tanpa kiprah besar kita di NU ini, maka masa khidmat kita dalam organisasi tidak akan menunjukkan kualitas dan karakter kepemimpinan yang unggul,” katanya.
Ia mengajak seluruh kader dan pengurus NU di Kabupaten Bandung untuk mendukung penuh acara ini. “Mari hidupkan NU Kabupaten Bandung, mari warnai pergerakan kita! Peran Anda sangat dinantikan, kiprah besar kita sangat ditunggu oleh umat,” pungkasnya.
Dengan berbagai usulan dan tantangan yang ada, Festival Semarak NU Kabupaten Bandung diharapkan dapat menjadi ajang konsolidasi kekuatan NU serta membuka peluang besar bagi penguatan ekonomi dan budaya Islam di daerah tersebut.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!