BAGIAN 4 | Kasus Asep Ikhsan, Menguji Kepemimpinan Haji Sugih
VISI.NEWS | SOREANG - Sudah jadi rahasia umum kepemimpinan H. Sugianto, baik di DPRD Kabupaten Bandung maupun di DPD Partai Golkar tidak sepenuhnya atas upayanya sendiri, namun ada kekuatan incumbent yang mendukungnya. Namun, "jasa baik" ini, menjadikan posisi pria yang akrab disapa Haji Sugih itu tidak menguntungkan baginya, ia seolah-olah hanya jadi "boneka" saja.
Baca juga BAGIAN 1 | Jalan Berliku Asep Ikhsan Meraih Kursi Dewan BAGIAN 2 | Soal PAW Partai Golkar Kab. Bandung, Ini Kata UU MD3 BAGIAN 3 | Ditanya Soal Loyalitas Terhadap Golkar, Asep Ikhsan Tertawa Lebar Agus Baroya : KPU Belum Menerima Surat Proses PAW dari DPRD Kab. Bandung Sekretaris Partai Golkar Kab. Bandung : Proses PAW Masih Dalam Pertimbangan DPP Dr. Asep Deni, “Selama Pak Asep Ikhsan Masih Kader Golkar Berhak atas Kursi DPRD”Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung H. Sugianto ketika ditanyakan megenai masalah ini mengakui, ia sudah mendengarkan langsung cas cus mengenai kepemimpinannya itu. "Saya sudah mendengar langsung ungkapan-ungkapan itu, dan wajar saja, karena saya besar dimasa kepemimpinan Pak Obar dan Pak Dadang Naser," ungkap Sugih.
Ia sudah menangkap anggapan-anggapan dirinya dikendalikan kekuatan lain di internal Partai Golkar Kabupaten Bandung. "Dari dulu, pasti karena saya sifatnya loyalis. Pada saat beliau memimpin, saya ikuti. Banyak hal positif yang dirasakan dari sisi kepemimpinan, dari sisi kebijakan. Saya bisa memilah, mana wilayah konsumsi bersama, mana wilayah pribadi saya sebagai pemimpin," tandasnya, di ruang kerjanya, Jumat (17/12/2021).
Namun, ia memastikan, dalam hal kebijakan sebagai pemimpin tidak bisa diganggu oleh siapapun, baik H. Obar Sobarna, maupun H. Dadang M. Naser. Ia akan normatif sesuai aturan. "Saya punya kepemimpinan tersendiri, hati-hati. Kalau masukkan itu rasional, dan tidak melanggar aturan, please. Kalau masukan itu subyektif dan melanggar aturan mohon maaf, saya tidak bisa. Insya Allah saya paham dengan kondisi itu, dan akan mengambil langkah-langkah yang normatif," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!