Bagaimana Terapi Seni Dapat Memberdayakan Siswa Neurodivergen
Anak autis seringkali kesulitan dalam berkomunikasi, berinteraksi sosial, dan bermain imajinatif. Terapi seni menawarkan cara non-verbal untuk mengekspresikan emosi dan pengalaman yang kompleks, menenangkan sistem saraf mereka dan mengurangi beban sensorik dan kecemasan.
Misalnya, dalam kegiatan kelompok di sebuah sekolah inklusif di Delhi Utara, seorang anak yang kewalahan dipandu ke ruang terapi seni dan didorong untuk mengekspresikan emosinya melalui seni pasir.
Menemukan cara yang aman dan non-verbal untuk mengekspresikan perasaannya membantunya mengatur masukan sensorik, mengurangi kecemasannya, dan meningkatkan rasa tenang.
Membuat karya seni dapat meningkatkan keterampilan motorik halus, kemampuan visual-spasial, dan pemrosesan sensorik pada anak-anak dengan neurodiverse. Sesi terapi seni kelompok juga dapat meningkatkan interaksi sosial dan kerja sama, membantu anak-anak merasakan rasa kebersamaan dan rasa memiliki.
Dalam sesi kerajinan tangan dengan anak-anak yang memiliki kelainan saraf, para peneliti mengamati kejadian di mana mereka secara aktif mencari bantuan, seperti meminta bantuan untuk memotong bentuk atau berbagi bahan di antara mereka sendiri.
Untuk anak-anak dengan ADHD – yang ditandai dengan kurangnya perhatian, hiperaktif, dan perilaku impulsif – terapi seni memberikan saluran keluar yang terstruktur namun fleksibel untuk energi dan kreativitas mereka. Proses menciptakan seni memerlukan fokus dan disiplin, yang dapat meningkatkan rentang perhatian dan mengurangi impulsif.
Di sekolah yang sama di Delhi Utara, Rehaan* (11), diperintahkan untuk bermain imbang dengan non-dominanya bukan tangan. Pendekatan ini meningkatkan fokus dan konsentrasi berkelanjutan, meningkatkan kontrol kognitif dan perhatian anak.
Demikian pula, dalam aktivitas labirin, Tarkit*, 7 tahun, ditantang untuk tetap berada di dalam garis dan menemukan jalan yang benar melalui labirin dalam satu upaya terus menerus.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!