Bagaimana Terapi Seni Dapat Memberdayakan Siswa Neurodivergen
Oleh Shreyansi Sahai(360info)
- Institut Penelitian dan Studi Internasional Manav Rachna
AYAAN*, anak non-verbal berusia 8 tahun dengan autisme, kesulitan dalam mengekspresikan diri dan interaksi sosial, seringkali lebih memilih bermain sendiri. Orang tuanya memperhatikan bahwa dia sering kewalahan di lingkungan yang bising dan melakukan perilaku berulang seperti mengepakkan tangan. Dia memulai terapi seni di sekolah khusus di Gurugram dan mampu mengomunikasikan emosi dan kesukaannya melalui seni pasir, menggambar, melukis, dan kerajinan. Hal ini membantu guru dan orang tuanya untuk lebih memahami dan mendukungnya.
Bayangkan jika pengalaman di ruang kelas – di mana anak-anak tidak hanya belajar tetapi juga mengekspresikan pikiran dan perasaan terdalam mereka melalui seni – merupakan hal yang umum di seluruh dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 1 dari 100 anak di seluruh dunia mengidap autisme dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif (ADHD) mempengaruhi sekitar 8 dari 100 anak di seluruh dunia. Di India, jumlah kasus autisme yang didiagnosis sedang meningkat, hal ini menunjukkan meningkatnya prevalensi neurodivergence di kalangan anak-anak dan perlunya intervensi pendidikan yang efektif.
Keanekaragaman saraf mengakui variasi alami dalam otak manusia dan beragam cara individu memandang, berpikir, dan belajar. Hal ini menantang pandangan tradisional mengenai perbedaan neurologis sebagai kelainan, mendorong penerimaan dan pemahaman tentang betapa kita semua berbeda.
Dalam beberapa tahun terakhir, perbincangan seputar keanekaragaman saraf telah mendapatkan momentumnya, menyoroti kekuatan dan tantangan yang dihadapi oleh individu dengan autisme, ADHD, ketidakmampuan belajar – seperti disleksia dan diskalkulia (kesulitan dalam memahami angka) – dan perbedaan perkembangan lainnya.
Dengan meningkatnya diagnosis keanekaragaman saraf, khususnya di Asia Selatan dan Indo-Pasifik yang lebih luas, sistem pendidikan perlu beradaptasi untuk mengakomodasi dan mendukung beragam kebutuhan ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!