IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Bagaimana Rasanya Tinggal Secara Permanen di Antartika

ED
Senin, 27 Mei 2024 | 06:50 WIB
Bagikan
Bagaimana Rasanya Tinggal Secara Permanen di Antartika

Namun, Protokol Perlindungan Lingkungan pada Perjanjian Antartika saat ini melarang segala penganiayaan terhadap flora dan fauna.

Pertanyaan yang lebih mendalam mungkin adalah mengapa ada orang yang ingin tinggal di Antartika secara permanen.

Stasiun penelitian Antartika diawaki oleh orang dewasa yang merupakan gabungan ilmuwan dan personel pendukung, misalnya mekanik dan listrik. Mereka berada di sana hanya untuk tujuan penelitian ilmiah.

Kru selama musim dingin sebagian besar dirotasi setiap tahun. Penelitian sosial dan psikologis telah mendokumentasikan berbagai macam tekanan psiko-sosial dan fisiologis yang dialami oleh anggota kru selama musim dingin.

Misalnya, isolasi dan pengurungan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan peningkatan ketegangan, kecemasan, kelelahan, dan depresi.

Penelitian juga menemukan seberapa baik orang beradaptasi dengan kondisi ini dan mencari dukungan sosial dari waktu ke waktu dapat dipengaruhi oleh latar belakang budaya mereka.

Orang India di Stasiun Maitri melaporkan tingkat depresi tertinggi, orang Cina di Stasiun Great Wall melaporkan tingkat kebingungan tertinggi, sedangkan orang Rusia di Stasiun Vostok melaporkan tingkat tertinggi Tingkat kecemasannya berbeda dengan warga Amerika di Stasiun Kutub Selatan yang melaporkan tingkat kecemasan paling rendah.

Namun penting untuk dicatat pentingnya peran dinamika kelompok: beberapa kelompok selama musim dingin memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan kelompok lainnya dalam hal kohesi kelompok dan hal ini berdampak pada keseluruhan tingkat depresi, kebingungan, dan kecemasan yang dialami oleh anggota kru.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.