IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Bagaimana Rasanya Tinggal Secara Permanen di Antartika

ED
Senin, 27 Mei 2024 | 06:50 WIB
Bagikan
Bagaimana Rasanya Tinggal Secara Permanen di Antartika

Oleh Jeffrey C. Johnson (360info)

PADA tanggal 25 Oktober 1991, saya melakukan perjalanan pertama saya ke Stasiun Kutub Selatan Amundsen-Scott, AS. Saya ingat dengan jelas saat mendarat di landasan es dengan pesawat angkut LC-130 Hercules yang dilengkapi peralatan ski.

Saat keluar dari pesawat, saya merasakan hembusan udara dingin yang — meskipun pernah tinggal dan bekerja di Alaska yang dingin — terasa sangat berbeda.

Suhu udara cukup tinggi -53,6 derajat Celcius dengan suhu angin -75,5 derajat Celcius dan kecepatan angin 9 knot. Ketinggian fisiologisnya setara dengan 3.370 meter di atas permukaan laut.

Kami terus-menerus diperingatkan untuk bersantai saat tiba untuk menghindari gejala penyakit ketinggian, seperti edema paru. Ini adalah salah satu tempat tertinggi, terkering, dan terdingin di Bumi yang menjadi tempat tinggal manusia secara permanen.

Namun tinggal di sana sebagai penduduk tetap Antartika akan sulit, mahal, dan berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan Anda – meskipun hal ini memberikan analogi yang berguna untuk apa yang mungkin kita harapkan dalam penerbangan luar angkasa jangka panjang.

Kedatangan kami juga menandai hari pembukaan stasiun setelah musim dingin yang panjang di mana kru selama musim dingin menghabiskan sekitar delapan bulan dalam isolasi.

Hanya Stasiun Vostok Rusia yang memiliki ketinggian lebih tinggi di dataran tinggi kutub, dan karena itu lebih dingin, dengan suhu terendah yang pernah ada di permukaan tanah sebesar −89,2 derajat Celcius yang tercatat pada musim dingin di bagian selatan tahun 1983.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.