VISI.NEWS | BANDUNG - Dominasi tanpa hasil. Itulah gambaran babak pertama laga antara PERSIB Bandung kontra Arema FC pada pekan ke-29 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (24/4/2026). Meski terus menekan, PERSIB harus puas menutup paruh pertama dengan skor kacamata 0-0.
Sejak sebelum laga dimulai, atmosfer stadion sudah terasa berbeda. Ribuan Bobotoh yang memadati GBLA menggelar doa bersama demi perjuangan tim kesayangannya mempertahankan gelar juara musim lalu. Doa dipimpin oleh Hilman Fauzi, menciptakan suasana khidmat sebelum tensi pertandingan memuncak.
Pelatih Bojan Hodak menurunkan komposisi terbaiknya, termasuk memberi kepercayaan kepada kiper muda Fitrah Maulana sejak menit awal. Ia dikawal lini belakang solid yang diisi Eliano Reijnders, Patricio Matricardi, Frans Putros, dan Federico Barba.
Di lini tengah, duet Marc Klok sebagai kapten bersama Luciano Guaycochea menjadi motor permainan. Kreativitas juga ditopang Thom Haye, sementara sektor depan diisi Uilliam Barros, Berguinho, dan Andrew Jung sebagai ujung tombak.
Dipimpin wasit Candra, PERSIB langsung tancap gas sejak menit awal. Baru tiga menit laga berjalan, tendangan jarak jauh Jung memaksa kiper Arema, Lucas Frigeri, melakukan penyelamatan gemilang yang berujung sepak pojok.
Tekanan demi tekanan terus dilancarkan. Pada menit keenam, PERSIB kembali mendapat peluang dari situasi bola mati, namun belum mampu memecah kebuntuan. Serangan bertubi-tubi menunjukkan dominasi penuh tuan rumah.
Menit kesembilan, peluang emas datang dari tandukan Luciano Guaycochea. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, bola yang disundulnya masih terlalu lemah dan mudah diamankan Frigeri.
Dua menit berselang, giliran Marc Klok yang mencoba peruntungan dari jarak dekat. Namun, bola hasil sepakannya masih melambung tipis di atas mistar gawang.