BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026

Babak Pertama, PERSIB Kepung Arema tapi Gagal Cetak Gol

ED
Jumat, 24 April 2026 | 19:26 WIB
Bagikan
Babak Pertama, PERSIB Kepung Arema tapi Gagal Cetak Gol

Persib vs Arema FC. /yt/tangkapan layar/simulasi

VISI.NEWS | BANDUNG - Dominasi tanpa hasil. Itulah gambaran babak pertama laga antara PERSIB Bandung kontra Arema FC pada pekan ke-29 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (24/4/2026). Meski terus menekan, PERSIB harus puas menutup paruh pertama dengan skor kacamata 0-0.

Sejak sebelum laga dimulai, atmosfer stadion sudah terasa berbeda. Ribuan Bobotoh yang memadati GBLA menggelar doa bersama demi perjuangan tim kesayangannya mempertahankan gelar juara musim lalu. Doa dipimpin oleh Hilman Fauzi, menciptakan suasana khidmat sebelum tensi pertandingan memuncak.

Pelatih Bojan Hodak menurunkan komposisi terbaiknya, termasuk memberi kepercayaan kepada kiper muda Fitrah Maulana sejak menit awal. Ia dikawal lini belakang solid yang diisi Eliano Reijnders, Patricio Matricardi, Frans Putros, dan Federico Barba.

Di lini tengah, duet Marc Klok sebagai kapten bersama Luciano Guaycochea menjadi motor permainan. Kreativitas juga ditopang Thom Haye, sementara sektor depan diisi Uilliam Barros, Berguinho, dan Andrew Jung sebagai ujung tombak.

Dipimpin wasit Candra, PERSIB langsung tancap gas sejak menit awal. Baru tiga menit laga berjalan, tendangan jarak jauh Jung memaksa kiper Arema, Lucas Frigeri, melakukan penyelamatan gemilang yang berujung sepak pojok.

Tekanan demi tekanan terus dilancarkan. Pada menit keenam, PERSIB kembali mendapat peluang dari situasi bola mati, namun belum mampu memecah kebuntuan. Serangan bertubi-tubi menunjukkan dominasi penuh tuan rumah.

Menit kesembilan, peluang emas datang dari tandukan Luciano Guaycochea. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, bola yang disundulnya masih terlalu lemah dan mudah diamankan Frigeri.

Dua menit berselang, giliran Marc Klok yang mencoba peruntungan dari jarak dekat. Namun, bola hasil sepakannya masih melambung tipis di atas mistar gawang.

Tak berhenti di situ, Andrew Jung kembali mengancam lewat sundulan memanfaatkan umpan Berguinho. Sayangnya, arah bola belum cukup tajam untuk menaklukkan Frigeri.

Memasuki menit ke-15, Arema FC mulai keluar dari tekanan. Beberapa serangan balik sempat menguji konsentrasi lini belakang PERSIB. Namun, koordinasi lini pertahanan masih cukup solid untuk meredam ancaman.

Menit ke-20, Guaycochea kembali mencoba dari luar kotak penalti. Tendangan kerasnya lagi-lagi mampu dibaca dengan baik oleh Frigeri yang tampil sigap di bawah mistar.

PERSIB terus mendominasi penguasaan bola. Pada menit ke-29, tendangan kaki kiri Berguinho hanya menghasilkan sepak pojok setelah diblok lini belakang Arema.

Dari situasi bola mati, Thom Haye mengirim umpan matang yang disambut tandukan Uilliam Barros. Namun, bola masih melayang di atas mistar, menambah daftar peluang terbuang.

Menit ke-32, Guaycochea kembali mendapatkan ruang tembak. Sayangnya, eksekusi kaki kirinya kembali melambung dan gagal mengarah tepat ke sasaran.

Memasuki 10 menit akhir babak pertama, intensitas serangan PERSIB semakin meningkat. Tekanan terus diberikan dari berbagai sisi lapangan.

Peluang terbaik hadir pada menit ke-39. Uilliam Barros nyaris mencetak gol melalui sontekan memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Berguinho. Namun, refleks cepat Frigeri kembali menggagalkan peluang tersebut.

Semenit kemudian, Barros kembali mendapat kesempatan emas dari jarak dekat. Namun, kali ini sepakannya justru membentur kaki pemain bertahan Arema yang sigap menutup ruang.

Hingga memasuki waktu tambahan, PERSIB tak mengendurkan serangan. Arema dipaksa bertahan total menghadapi gempuran bertubi-tubi.

Namun, rapatnya pertahanan Arema dan gemilangnya performa Lucas Frigeri membuat semua peluang PERSIB termentahkan.

Peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama pun dibunyikan. Skor tetap 0-0, meski PERSIB tampil jauh lebih dominan.

Hasil ini menjadi pekerjaan rumah bagi Bojan Hodak untuk meningkatkan efektivitas lini depan. Tanpa penyelesaian akhir yang tajam, dominasi hanya akan menjadi angka statistik tanpa arti.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.