Artificial Intelligence (AI) Mendorong atau Mematikan Kreativitas?
AI berpotensi merevolusi pembuatan film dengan membuat skrip dan menghasilkan visual. Namun, tantangan yang ada meliputi penerimaan penonton, ketidakpastian hukum seputar hak cipta, dan implikasi etis dari dominasi AI dalam industri kreatif masih akan menghambat penggunaannya. Kita bahkan mungkin akan segera melihat legenda film yang sudah meninggal menghiasi layar perak.
Meskipun ada kemajuan, AI memiliki keterbatasan. Berbeda dengan AI, seniman dapat memanfaatkan pengalaman kehidupan nyata dan menantang orang untuk melihat kompleksitas, mengidentifikasi dan menghadapi bias dalam seni dan bentuk media lainnya.
Tantangan etis dan filosofis AI tidak hanya terbatas pada estetika. Kontroversi baru-baru ini seputar foto keluarga kerajaan Inggris yang diedit dengan buruk dan pertanyaan tentang keaslian Princess of Wales, video pengumuman kanker Kate Middleton menyoroti kekhawatiran ini.
Pembuatan video deepfake yang bersifat seksual tanpa persetujuan, sering kali menargetkan perempuan dan meninggalkan trauma yang berkepanjangan, menimbulkan tantangan etika dan hukum yang signifikan, sehingga mendorong evaluasi ulang terhadap undang-undang dan tindakan yang ada.
Pengaruh AI di industri kreatif memerlukan diskusi berkelanjutan untuk memastikan pembangunan yang bertanggung jawab dan masa depan di mana kreativitas manusia dan inovasi teknologi dapat bekerja secara terpadu.***
- Shahirah Hamid, Komisionner Editor 360info Asia Tenggara
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!