Apa yang Terjadi Pada Koper yang Hilang di Bandara? Ini Prosedurnya
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 7 Juni 2025 | 01:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Banyak penumpang tak menyadari bahwa begitu koper meluncur ke balik sabuk konveyor check-in, koper tersebut memulai perjalanan panjang dan tak selalu berakhir di pesawat yang sama.
Menurut laporan Time Out dan Alternative Airlines, setelah check-in, koper diarahkan ke sistem penyortiran, baik secara manual maupun oleh robot, lalu dipindai, diperiksa, dan dimuat ke troli menuju pesawat.
Namun tak jarang, koper tersasar karena kesalahan pemuatan, label yang rusak, hingga salah rute saat transit. Cuaca buruk dan kekurangan staf juga kerap memicu kekacauan di sistem penanganan bagasi.
Jika koper tidak tiba di tujuan, penumpang bisa mengajukan klaim ke maskapai. Berdasarkan peraturan internasional, koper dianggap hilang setelah 21 hari.
Kompensasi bisa diajukan dengan syarat menunjukkan tiket, label bagasi, dan bukti pembelian kebutuhan mendesak. Jumlah kompensasi maksimal biasanya £1.000, tetapi sering lebih kecil tergantung kebijakan masing-masing maskapai.
Lalu, bagaimana nasib koper yang tak pernah diklaim? Maskapai akan menyimpannya selama tiga bulan di gudang pusat. Bila tidak juga diambil, koper tersebut akan disumbangkan ke lembaga amal atau dilelang.
Di Inggris dan Amerika Serikat, koper tak bertuan bisa dibeli di rumah lelang atau toko khusus seperti Unclaimed Baggage di Alabama, yang membersihkan dan menyortir isi koper untuk dijual kembali. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!