IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Anton Charliyan : Penggunaan Gas Air Mata Bisa Jadi Penyebab Tragedi Sepakbola Malang

ED
Senin, 3 Oktober 2022 | 06:02 WIB
Bagikan
Anton Charliyan : Penggunaan Gas Air Mata Bisa Jadi Penyebab Tragedi Sepakbola Malang

VISI.NEWS | BANDUNG - Mantan Kapolda Jabar Anton Charliyan mengungkapkan bahwa penggunaan gas air mata, bisa jadi merupakan salah satu penyebab utama terjadinya tragedi sepakbola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Tragedi Sepakbola Malang, kata Pembina Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) ini, Senin (3/10/2022), hampir sama dengan Tragedi Mina, korban meninggal karena terinjak-injak massa yang panik. "Kepanikan massa dan kepanikan petugas, penyebab utama terjadinya Tragedi Sepakbola Malang ini," katanya.

Tragedi sepakbola dengan  jumlah korban meninggal dunia hampir 180 orang itu, kata Abah Anton, merupakan tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah sepakbola nasional, dan layak dijadikan sebagai Tragedi Nasional bagi bangsa Indonesia. "Tidak salah bila kita semua sebagai sesama anak bangsa mengibarkan bendera setengah tiang sebagai perwujudan solidaritas dan duka cita kita kepada masyarakat Malang Jawa Timur," tandasnya.

Melihat kronologis peristiwa dari berbagai versi yang dianggapnya  masih simpang siur itu, Abah Anton, melihatnya mirip dengan Tragedi Mina dimana massa banyak meninggal dunia gerak arus masa yang besar, berdesak-desakan, sementara ruang tidak mampu menampung, daya pandang terbatas, udara sesak, sulit bernafas dll. "Sehingga massa menjadi panik dan tidak terkendali, akhirnya banyak yang terjatuh, pingsan dan terinjak-injak massa itu sendiri," ungkapnya.

Pintu keluar yang hanya ada satu, katanya, mengakibatkan arus bertumpu pada satu titik, diperparah triger utama digunakanya gas air mata, menjadikan kepanikan makin tak terkendali, karena kondisi mata perih tidak bisa melihat dan udara sesak tidak bisa bernafas karena asap, sehingga menjadikan kepanikan massa tersebut betul-betul lost control yang akhirnya mengakibatkan begitu banyak korban yang luka dan meninggal dunia.

"Padahal sudah jelas aturan FIFA sebagaimana tecatat dalam Stadium Safety and Security Regulation pasal 19 bahwa penggunaan gas air mata dilarang dalam mengamankan massa di stadion sepakbola," paparnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.