Anton Charliyan Buka Rahasia "Amanat Galunggung" di Sawala Budaya BRI Tasikmalaya

ED
Jumat, 8 Juli 2022 | 19:32 WIB
Bagikan
Anton Charliyan Buka Rahasia "Amanat Galunggung" di Sawala Budaya BRI Tasikmalaya

Nasionalisme Ki Sunda

Pria yang dikenal sebagai tokoh anti intoleran dan radikalisme ini menyampaikan bahwa saat ini yang namanya Nasionalisme Ki Sunda kembali sedang dipertanyakan, karena menurut kajian lembaga Survei Wahid Institute, Jabar merupakan wilayah terintoleran selama 15 tahun berturut-turut. "Oleh karena itu tujuan diadakan kegiatan Sawala Budaya ini untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air serta spirit kebersamaan kepada para tokoh adat, tokoh budaya, dan tokoh seni di Jawa Barat, sehingga ketika berbicara nasionalisme dan cinta tanah air, Ki Sunda harusnya menjadi garda terdepan, karena dengan adanya Amanat Galunggung sebagai amanatnya orang Sunda, yang merupakan salah satu presentasi cikal bakal awal dari sebuah naskah kuno yang isinya mengharuskan, mewajibkan agar rakyatnya menjaga suatu kabuyutan, tempat suci , sebagai satu teritory atau wilayah dengan sangat keras sebagai perwujudan cinta ka lemah cai - cinta kepada tanah air - sehingga dengan demikian bisa dikatakan bahwa konsepsi cinta tanah air, telah ada dan lahir dari tatar Sunda sejak zaman para leluhur. "Pesan lain yang perlu dikaji adalah menyangkut sikap dan perilaku orang Sunda yang harus berilmu pare (padi) dan cinta damai, dengam motto : Membangun kekuatan dengan kedamaian, membangun kekuatan dengan kerendahan hati, kita baru bisa kuat kalau situasi damai, karena bagaimana mungkin bisa bekerja atau beraktivitas kalau situasi rusuh & tidak aman. Kita bisa kuat bukan karena mengandalkan kesaktian semata, tapi yang lebih utama adalah sikap perilaku dan etika yang santun, rendah hati dan tidak boleh merasa besar kepala," ujarnya.

jika ada Ki Sunda yang masih suka bersikap sombong adigung adiguna, itu namanya Kisunda Kajajaden (Sunda jadi-jadian). "Kisunda yang tidak paham dengan filosofi Sunda," tandasnya.

Sebelum mengakhiri paparannya, mantan Kadiv Humas Polri ini meminta kepada komunitas yang hadir agar memanfaatkan Sawala Budaya bersama BRI Tasikmalaya ini, untuk bisa mengupas berbagai persoalan di masyarakat. ”Dengan adanya Sawala Budaya ini, maka diharapkan dapat menjadi problem solving baik dalam sektor budaya maupun ekonomi kerakyatan sebagai sumber kehidupan sehari-hari, serta dapat mengobarkan semangat wawasan kebangsaan, rasa persatuan dan kesatuan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Sunda, wabil khusus masyarakat Sukapura Tasikmalaya". Lebih lanjut dia mengungkapkan rasa syukurnya, dengan dukungan dari BRI, kini pemerintah lewat Rumah BUMN siap juga membantu para budayawan dalam melaksanakan kegiatannya, baik itu dari segi sarana prasarana maupun dari soft skill, serta siap bantu permdoalan melalui program KUR.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.