Anton Charliyan Buka Rahasia "Amanat Galunggung" di Sawala Budaya BRI Tasikmalaya
Akan banyak para pedagang yang ingin merebut tanah leluhur (banyaga nu dek ngarebut kabuyutan).
Yakni orang-orang asing yang ingin merebut tanah leluhur (asing iya nu meunangkeun kabuyutan).
Lebih berharga kulit musang ditempat sampah daripada Rajaputra tidak mampu mempertahankan tanah leluhur yang direbut orang lain (Mulyana kulit lasun di jaryan, modalna rajaputra antukna beunang ku sakalih).
“Maka sebagai masyarakat nusantara, khususnya masyarakat Sunda, terutama kita semua yang ada dan lahir di kaki Gunung Galunggung, agar kembali mengikuti pesan-pesan penting sebagai warisan leluhur yang tercatat pada Amanat Galunggung. Terutama kaitannya dalam menjaga keutuhan NKRI. Kita jangan mau lagi diadu domba yang sudah pasti akan merusak tatanan kehidupan masyarakat, dan keutuhan NKRI,” tuturnya
Abah Anton juga menjelaskan, bahwa Galunggung yg dikenal dengan filosofinya : "Galunggung Ngadeg Tumenggung, Sukapura ngadaun ngora".
Dari kalimat tersebut mengisyaratkan bahwa raja-raja Sunda baru sah menjadi seorang raja bila sudah direstui para rama dan resi yang ada di Galunggung ( Galunggung tempat pangistrenan raja-raja di tatar Sunda). Bahkan lebih jauh di katakan Abah Anton: Lamun KiSunda hayang nanjung kudu boga pulung ti Galunggung, can sampurna jadi Kisunda mun can nganjang ka Galunggung, can ngagelar di batu ampar, can dzikir di walahir (Kalau orang Sunda ingin berjaya harus punya restu dari Galunggung belum sempurna jadi Ki Sunda bila belum datang ke Galunggung, belum menginjak batu mahpar, dan belum berdzikir di makam walahir sebagai patilasan para leluhur sunda dan mujahidin zaman rasul). Makanya menurut Naskah Pragmen Carita Parahyangan Galunggung dikatakan sebagai tarajunya (pasak, puser, pusat, penyeimbang) Jawa Dwipa (nusantara). Dilansir lebih jauh berdasarkan naskah sunda kuno yang lain yaitu Kitab Purusangkara dari Kuningan, Galunggung merupakan salah satu tempat persinggahan Kapal Nabi Nuh saat terjadinya banjir besar. Sehingga muncul artikulasi galunggung itu sendiri yang identik dengan Galuh Hyang Agung, atau Galuh Nuh Agung sebagai persinggahan Nabi Nuh yakni yang bergelar Maha Guru Rasi Pu Hun Galuh Hyang Agung. Nabi Nuh sebagai leluhur Sunda yang Agung.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!