Anton Charliyan Buka Rahasia "Amanat Galunggung" di Sawala Budaya BRI Tasikmalaya
Mulah madahkeun pada janma (jangan menjelek-jelekkan orang lain)
Mulah sabda ngapus ( jangan sekali-kali berbohong).
Kemudian pada Naskah AG verso VI mengungkap pantangan-pantangan lain sebagai pemimpin dalam ilmu wujud air “patanjala”, bahwa seorang kesatria sunda sejati : Jangan mudah terpengaruh. Jangan peduli terhadap godaan. Jangan dengarkan ucapan yang buruk. dan menghasut, karena banyak negara hancur sebagaimana terjadi di Timur Tengah seperti : Libya, Iraq, Syiria, Afganistan dll, hancur karena rakyatnya terhasut lebih percaya berita bohong, ikut menjelek-jelekkan negaranya sendiri.
Amanat Khusus
Bahkan, kata Abah Anton, ada amanat khusus pada Naskah Amanat Galunggung yang mentik beratkan arti penting pada cinta tanah air. Yakni, agar para ksatria, generasi muda kader penerus bangsa mampu mempertahankan tanah leluhurnya (kabuyutan), mampu mempertahankan tanah airnya, jangan sampai terkuasai oleh orang asing atau para kapitalis.
"Karena dianggap sangat penting sikap untuk mempertahankan tanah air ini, sampai-sampai ada sumpah atau amanat khusus dari seorang Raja Galuh Prabu Darma Siksa (abad XII) bagi para penerusnya, bahwa bila Rajaputra sebagai generasi penerus tidak mampu mempertahankannya, maka dikatakannya, dia lebih hina dari bangkai yang paling busuk yang ada di tempat sampah," tandasnya.
Amanat itu yakni:
Jaga direbutnya/dikuasainya tanah leluhur oleh orang lain (jaga beunangna kabuyutan ku sakalih).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!