Antisipasi KDRT, Ini Nasihat Wasekjen MUI
VISI.NEWS | JAKARTA - Wasekjen MUI, Dr. Badriyah Fayumi memberikan tujuh pesan untuk mengantisipasi keluarga dari KDRT.
Pertama, kata Badriyah, selalu mengingat Allah SWT bahwa menyakiti, melukai, dan menzalimi makluk-Nya adalah haram. Apalagi, jika makluk-Nya tersebut merupakan amanah dari Allah SWT.
“Untuk dilindungi, dihormati, dan disayangi, telah berbuat baik, telah membahagiakan kita. Semakin besar dosanya jika menyakiti dan menzaliminya,” ujarnya, Rabu (5/10/2022), seperti dilansir MUIDigital.
Kedua, ikuti uswah hasanah Rasulullah saw. Rasul, terangnya, tidak pernah sekalipun melakukan pemukulan kepada istri, anak, cucu, pembantu rumah tangga (PRT), bahkan kucing sekalipun.
Badriyah mengatakan bahwa Rasul tidak pernah menyelesaikan masalah dalam rumah tangga dengan melakukan KDRT. Termasuk saat istrinya, Ummul Mukminin Aisyah r.a. difitnah berselingkuh.
“Seberat apa pun masalahnya, termasuk saat istri Beliau tercinta Ummul Mukminin Aisyah r.a. difitnah berselingkuh dalam peristiwa Hadistul Ifki (kabar bohong),” ungkapnya.
Ketiga, harus menyadari bahwa semua manusia, terutama pasangan, merupakan Bani Adam yang mulia dan harus dimuliakan. Oleh karenanya, tidak boleh dijadikan objek KDRT.
“Selalu hadirkan empati bahwa sebagaimana diri kita yang tidak ingin disakiti dan dizalimi, begitu pula pasangan kita,” pesan keempat Badriyah untuk ikhtiar menjaga keluarga dari KDRT.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!