Angka Laju Deforestasi Kian Turun, Tapi Perusahaan Masih Perlu Tingkatkan Upaya untuk Hentikan Kehilangan Hutan dan Kerusakan Lingkungan

ED
Jumat, 4 Agustus 2023 | 04:30 WIB
Bagikan
Angka Laju Deforestasi Kian Turun, Tapi Perusahaan Masih Perlu Tingkatkan Upaya untuk Hentikan Kehilangan Hutan dan Kerusakan Lingkungan

John Leung, Direktur Asia Tenggara dan Oseania dari CDP mengatakan,  "Kawasan Asia Tenggara memiliki alam dan iklim yang penting dalam upaya mengatasi perubahan iklim. Karena itu, negara di kawasan ini perlu segara mengambil langkah pencegahan perubahan iklim secara bersama-sama. PIlihan yang diambil oleh pemerintah dan perusahaan di Indonesia serta negara lainnya di kawasan Asia Tenggara dapat membantu mencegah bencana perubahan iklim global dan kehilangan hutan serta habitatnya."

Perkembangan terbaru ini tentu sangat menjanjikan, dan wilayah ini sedang menuju arah yang tepat dalam upaya keberlanjutan. Namun, untuk mencapai komitmen global penghentian laju deforestasi pada tahun 2030, tindakan yang tegas harus dipercepat. Komitmen netral karbon atau net zero tidak akan tercapai tanpa menghentikan deforestasi dan konversi lahan. Laporan ini telah menunjukkan bahwa di Asia Tenggara saja, total risiko yang dilaporkan, yakni US $2,3 miliar, merupakan 10 kali lipat lebih besar jika dibandingkan dengan biaya untuk menangani semua risiko yang teridentifikasi yang hanya sebesar US $223 juta.

Tindakan dan pengungkapan lingkungan yang lebih serius diperlukan agar kita dapat memperoleh gambaran lebih jelas tentang bagaimana bergerak menuju masa depan yang lebih berkelanjutan, dimana alam dan manusia bisa hidup berdampingan. Kami berharap lebih banyak perusahaan di kawasan ini menyadari bahwa upaya melindungi lingkungan dan memperkuat komitmen mereka terhadap konservasi alam bisa menjadi keunggulan kompetitif bagi mereka."

Thomas Maddox, Global Director, Forests, CDP mengatakan,  "Tahun ini adalah tahun luar biasa bagi perusahaan yang mengungkapkan dampaknya terhadap hutan, sekaligus menunjukkan sinyal positif untuk transparansi. Laporan ini menunjukkan, bahwa perusahaan-perusahaan semakin menyadari risiko dan peluang terkait dengan penanggulangan deforestasi. Tetapi, kami masih melihat kesenjangan antara komitmen dan tindakan nyata dari mereka. Deforestasi bukanlah keharusan dalam produksi komoditas. Pemberantasan deforestasi dari rantai pasok komoditas adalah langkah yang masuk akal secara ekonomi dan lingkungan, tetapi membutuhkan insentif keuangan dan kebijakan yang tepat untuk memprioritaskan tindakan tersebut. Tidak ada ruang bagi deforestasi dalam pencapaian emisi nol bersih dan masyarakat pun menuntut hal yang sama. Hal yang paling penting dalam mencapai tujuan ini adalah ‘kapan’, bukan ‘jika. Perusahaan yang bertindak terlambat akan menghadapi risiko biaya yang paling tinggi."

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.