Angka Laju Deforestasi Kian Turun, Tapi Perusahaan Masih Perlu Tingkatkan Upaya untuk Hentikan Kehilangan Hutan dan Kerusakan Lingkungan

ED
Jumat, 4 Agustus 2023 | 04:30 WIB
Bagikan
Angka Laju Deforestasi Kian Turun, Tapi Perusahaan Masih Perlu Tingkatkan Upaya untuk Hentikan Kehilangan Hutan dan Kerusakan Lingkungan

Kawasan Asia Tenggara memiliki sekitar 30% dari keseluruhan terumbu karang dunia, sepertiga dari total hutan bakau dunia2, dan hampir 15% hutan tropis dunia. Hal ini membuat implikasi dari ketidakpedulian terhadap dampak deforestasi menjadi sangat besar dan dampaknya akan luar biasa dirasakan di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah dan para pemangku kebijakan di Asia Tenggara telah mengambil langkah-langkah penting dalam menunjukkan komitmennya terhadap netralitas karbon atau net zero. Sejumlah langkah yang telah dilakukan antara lain adalah menetapkan target untuk mengurangi emisi dari sektor hutan dan penggunaan lahan, pengelolaan deforestasi, dan melakukan kolaborasi dengan pihak non-pemerintah, termasuk sektor swasta. Beberapa inisiatif yang telah diimplementasikan meliputi peningkatan Nationally Determined Contribution (NDC), pengembangan taksonomi hijau, dan persyaratan pengungkapan mengenai Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) atau ESG.

Meskipun terdapat kemajuan yang telah dicapai, banyak tantangan yang perlu mendapatkan perhatian lebih, khususnya bagi perusahaan yang membeli komoditas dari Indonesia. Salah satunya adalah dampak dari produksi komoditas terhadap keanekaragaman hayati di Indonesia. Pada tahun 2022, terdapat 28 perusahaan (meningkat dari 21 perusahaan pada tahun 2021) di Asia Tenggara yang melakukan pengungkapan melalui kuesioner hutan dan menjadi yang terdepan di kawasan ini. Di antaranya, 10 perusahaan berasal dari Indonesia, 7 perusahaan dari Malaysia, 6 dari Singapura, 4 dari Thailand, 1 dari Filipina, dan tidak ada dari Vietnam.

Tindakan mendesak diperlukan untuk mengakhiri deforestasi. Oleh karena itu, laporan ini menjabarkan langkah-langkah utama yang harus diambil oleh perusahaan. Langkah-langkah ini termasuk melakukan evaluasi risiko secara komprehensif, meningkatkan kepatuhan terhadap kebijakan bebas-deforestasi dan-konversi, dan mengungkapkan kemajuan mereka dalam mencapai rantai pasok yang bebas deforestasi serta bebas konversi. Pengungkapan yang difasilitasi CDP atas perusahaan dan sektor jasa keuangan memungkinkan adanya pelaporan yang transparan terkait kemajuan dalam mencapai kerangka dan standar praktik terbaik.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.