Angka Laju Deforestasi Kian Turun, Tapi Perusahaan Masih Perlu Tingkatkan Upaya untuk Hentikan Kehilangan Hutan dan Kerusakan Lingkungan
- Secara global, lebih dari 1.000 perusahaan mengungkapkan kemajuan yang telah dicapainya sejauh ini terkait upaya menurunkan tingkat deforestasi dalam laporan terkini dari CDP. Jumlah perusahaan yang berpartisipasi dalam laporan ini meningkat sebanyak 300% di tahun 2022 jika dibandingkan dengan tahun 2017, dan hanya ada 35 perusahaan diantaranya yang berasal dari Asia Tenggara.
- Lebih dari 60% perusahaan yang berpatisipasi dalam laporan ini mengungkapkan adanya risiko bisnis akibat deforestasi. Rata-rata perusahaan menghadapi kerugian sebesar $330 juta akibat paparan risiko tersebut, sedangkan biaya penanganan risiko ini hanya sekitar $17,4 juta.
- Sekitar 90% perusahaan mengatakan bahwa mereka belum siap melakukan transisi menuju masa depan yang bebas deforestasi.
- Perusahaan-perusahaan di Asia menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan kawasan lain dalam menetapkan kebijakan bebas deforestasi, target bebas deforestasi, kemamputelusuran dan restorasi ekosistem.
VISI.NEWS | JAKARTA - Laporan terkini dari CDP, organisasi nirlaba yang menjalankan sistem pelaporan lingkungan global, menunjukan bahwa sebanyak 1.043 perusahaan telah melakukan pengungkapan melalui kuesioner hutan CDP di tahun 2022. Hasil ini memperlihatkan peningkatan sebesar 300% untuk jumlah partisipasi perusahaan dalam lima tahun terakhir. Hal ini menjadi pertanda positif bahwa banyak perusahaan yang mulai menyadari pentingnya hutan dan mulai terbuka untuk mengungkapkan dampak operasional bisnisnya terhadap hutan.
Sayangnya, perusahaan yang melakukan pengungkapan di Asia Tenggara hanya berjumlah 35 perusahaan. Meskipun ada peningkatan perusahaan yang menyadari adanya risiko bisnis dari deforestasi, namun tindakan untuk memenuhi komitmen mengurangi deforestasi masih dianggap kurang sehingga mendorong peningkatan risiko tersebut. Bahkan, hanya 1 dari 10 perusahaan yang melaporkan telah mengambil langkah-langkah cukup dalam menghentikan deforestasi.
Laporan tersebut menyimpulkan bahwa secara global, perusahaan-perusahaan masih belum secara efektif melakukan mitigasi risiko sehingga berpotensi mengalami kerugian hampir $80 miliar secara keseluruhan. Dari 10 perusahaan di Asia Tenggara saja, total risiko yang dilaporkan mencapai $2,3 miliar, sedangkan biaya penuh untuk menangani semua risiko yang diidentifikasi dan dilaporkan oleh 16 perusahaan hanya sebesar US$223 juta. CDP berpendapat bahwa dampak finansial yang dilaporkan perusahaan terkait risiko ini jauh lebih rendah daripada jumlah sebenarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!