Anggota KSP-SB Korban Gagal Bayar Gelar Aksi Damai. Ini Tuntutan Mereka
Para anggota KSP-SB Solo-Manahan menengarai, sejak 2019 terjadi manipulasi data keuangan. Dalam laporan pertanggungjawaban pengurus tutup buku 2019 di depan rapat anggota tahunan (RAT), disebutkan jumlah anggota 173.875, dengan total asep koperasi Rp 3,15 triliun dan total pinjaman ke anggota Rp 1,7 triliun. Dalam RAT 2020 dilaporkan, jumlah anggota naik menjadi 181.072, total aset koperasi susut menjadi Rp 2,35 triliun dan total pinjaman ke anggota turun menjadi Rp 1,62 triliun.
"Data itu jauh berbeda dengan putusan PKPU yang disahkan PN Jakarta pada November 2020, yang menyebutkan jumlah kreditur konkuren tersertifikasi sebanyak 58.825 dan total tagihan tersertifikasi senilai Rp 8,878 triliun. Di situ terjadi perbedaan sangat menyolok. Namun itu tidak memengaruhi putusan PKPU yang tetap harus dijalankan," tukas Yusuf Panca Nugroho, salah seorang anggota KSP-SB Solo-Manahan.
Puluhan anggota KSP-SB tersebut, menyatakan heran, usaha koperasi yang disebut-sebut sebagai peringkat ke-7 terbaik nasional, bisa mengalami gagal bayar kepada anggotanya yang tersebar di 44 cabang dan di 21 cabang pembantu se Indonesia.
Para anggota KSP-SB korban gagal bayar tersebut, menurut Fransborg, telah menempuh berbagai upaya agar dana berupa deposito dan berbagai macam tabungan, yang nilainya dari paling kecil Rp 5 juta sampai yang mencapai miliaran rupiah diharapkan dikembalikan. Dia berharap pemerintah hadir untuk menyelesaikan masalah di KSP-SB yang bisa berpengaruh terhadap citra koperasi yang merupakan soko guru perekonomian nasional.
"Di antara anggota KSP-SB yang sakit, berharap uangnya cepat kembali untuk biaya pengobatan. Berdasarkan putusan PKPU, mereka harus diprioritaskan pembayarannya pada tahap pertama," sambungnya di tengah peserta aksi.
Branch Manager KSP-SB, Yulia Wuryantini, ketika diminta konfirmasi VISI.NEWS tentang hasilpembicaraan dalam pertemuan tertutup dengan para anggota koperasi, menolak memberikan keterangan. Lewat Satpam, Supadi, Yulia menyatakan sibuk dan tidak ada waktu menemui wartawan.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!