Andina Narang Dorong Penguatan Kapasitas Pertahanan Digital
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem, Andina Thresia Narang./visi.news/ist.
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem, Andina Thresia Narang, menyoroti kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta transformasi pertahanan berbasis teknologi tinggi.
Melihat fenomena yang terjadi, Andina menyampaikan bahwa situasi geopolitik global saat ini semakin kompleks dan berisiko. Menurutnya, perang modern tidak lagi dimaknai hanya sebagai konfrontasi fisik antar kekuatan militer, tetapi juga mencakup ruang non-fisik yang berlangsung secara simultan.
“Perang saat ini tidak lagi dimaknai sebagai konfrontasi fisik saja antar kekuatan militer, melainkan kompetisi multidimensional yang berlangsung di ruang fisik dan juga di ruang non-fisik secara simultan,” ujar Andina dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan para Kepala Staf TNI, Selasa (19/5/2026).
Ia mengapresiasi langkah Kementerian Pertahanan dan TNI dalam memperkuat alutsista nasional. Penguatan tersebut dinilai penting untuk menjaga sistem pertahanan Indonesia di tengah dinamika ancaman global.
Namun demikian, Andina meminta penjelasan lebih lanjut terkait capaian pembangunan kekuatan pertahanan nasional, khususnya mengenai persentase alutsista TNI terhadap target Optimum Essential Force (OEF).
“Jadi perlu diketahui sudah sejauh mana persentase alutsista TNI kita terhadap Optimum Essential Force, dan bagaimana parameter keadaan alutsista kita saat ini,” katanya.
Selain itu, Andina juga menyoroti perubahan karakter perang modern yang semakin mengarah pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Autonomous Weapon System, perang siber, hingga peperangan berbasis data dan informasi.
Ia menilai perkembangan teknologi militer global turut memunculkan pola perang asimetris yang membutuhkan kesiapan baru dari TNI.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!