Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026

Anak-anak Muda Afghanistan Sulit Adaptasi Kehidupan di Bawah Taliban

ED
Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:21 WIB
Bagikan
Anak-anak Muda Afghanistan Sulit Adaptasi Kehidupan di Bawah Taliban
VISI.NEWS | AFGHANISTAN - Anak-anak muda Afghanistan di ibu kota Kabul mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan baru di bawah pemerintahan Taliban. Banyak di antara mereka yang tidak lagi merasa aman mengenakan pakaian Barat atau bereksperimen dengan gaya rambut mereka. Ahmad Fahim, 18, memiliki lemari pakaian yang penuh dengan jeans dan kaos, tetapi terpaksa harus mengenakan shalwar kameez, pakaian tradisional Afghanistan ketika keluar rumah. “Sebagian besar pakaian saya adalah jeans dan T-shirt dan saya tidak bisa memakainya lagi, jadi saya tidak punya pilihan selain membakarnya,” jelasnya. Fahim adalah salah satu dari ratusan atau bahkan ribuan anak muda di Afghanistan yang tertekan dalam hal fesyen. Taliban kembali berkuasa setelah 20 tahun di kota yang berubah drastis itu. Para militan, yang dulunya hidup di wilayah-wilayah pegunungan Afghanistan yang terjal, kini adalah polisi di kota itu. Tak lama setelah Taliban merebut ibu kota, video-video beredar di media sosial yang menunjukkan sejumlah petugas keamanan mempermalukan seorang pemuda yang mengenakan pakaian Barat. Akibatnya, sekarang banyak anak muda terlihat mengenakan pakaian tradisional, tidak seperti beberapa bulan yang lalu. Bilal Ahmad terjun dalam bisnis pakaian di Kabul selama 10 tahun terakhir. Ia mengatakan, ia kehilangan sebagian besar kliennya sejak Taliban kembali berkuasa. Sekarang, pelanggan yang datang ke tokonya hanyalah mereka perlu membeli pakaian tradisional untuk keperluan acara pernikahan. Ahmad mengatakan, "Kami meminta pemerintah untuk membiarkan orang bebas hidup seperti yang mereka inginkan.” Para pemilik usaha pangkas rambut pria juga merasakan perubahan drastis terkait permintaan gaya rambut pelanggan. Banyak pelanggan tidak meminta janggut mereka dicukur dan menghindari jenis potongan rambut modern. Pemangkasan jenggot telah dilarang di beberapa wilayah di negara itu. Shir Ahmad, seorang pemangkas rambut, mengungkapkan, "Kebanyakan orang tidak mencukur jenggot mereka dengan gaya yang berbeda-beda karena mereka takut.” Selama pemerintahan mereka sebelumnya di Afghanistan, Taliban memberlakukan interpretasi hukum Islam yang tegas. Sejak kelompok itu mengambil kendali negara, dunia kini mengawasi Taliban untuk mengetahui apakah mereka akan kembali ke gaya pemerintahan mereka yang ketat, seperti yang berlaku pada akhir 1990-an. @fen/voaindonesia.com

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.