Anak-anak Jadi Korban: Serangan Drone di Kordofan Tewaskan 104 Warga Sipil
Sementara itu, temuan Laboratorium Penelitian Kemanusiaan (Humanitarian Research Lab/HRL) di Sekolah Kesehatan Masyarakat Yale mengungkap gambaran mengerikan di lapangan. Para peneliti menyebut pasukan RSF diduga membunuh warga sipil yang mencoba melarikan diri dan berupaya menghilangkan bukti kejahatan dengan mengubur, membakar, serta memindahkan jenazah korban.
Perang saudara Sudan yang dimulai pada April 2023 kini menunjukkan pergeseran medan konflik dari Darfur ke Kordofan. Pergeseran ini dinilai sebagai perluasan signifikan perang, terutama setelah RSF merebut El Fasher pada Oktober lalu, yang sebelumnya menjadi benteng terakhir tentara Sudan di Darfur.
Di tengah kekerasan yang terus meningkat, upaya diplomasi internasional kembali digulirkan. Kepala Angkatan Bersenjata Sudan, Abdel Fattah Al Burhan, dilaporkan bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada 15 Desember. Dalam pertemuan tersebut, Al Burhan menyatakan kesiapan bekerja sama dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mendorong proses perdamaian.
Namun, bagi jutaan warga Sudan, harapan damai masih terasa jauh. Sudan kembali menempati peringkat teratas Daftar Pantauan Darurat Komite Penyelamatan Internasional selama tiga tahun berturut-turut. Lebih dari 40.000 orang tewas dan sekitar 14 juta lainnya mengungsi akibat perang yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Tragedi di Kordofan kini menjadi simbol penderitaan sipil yang terus terperangkap di tengah konflik tanpa ampun. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!