AMAN, KPA dan WALHI Luncurkan Dana Nusantara untuk Memastikan Ketangguhan, Resiliensi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal

ED
Senin, 8 Mei 2023 | 22:41 WIB
Bagikan
AMAN, KPA dan WALHI Luncurkan Dana Nusantara untuk Memastikan Ketangguhan, Resiliensi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal

VISI.NEWS | JAKARTA – Tiga organisasi yang dikenal memiliki rekam jejak dalam menjaga lingkungan, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), hari ini pada Senin (8/5/2023) meluncurkan sebuah inisiatif bersama

yang diberi nama “Dana Nusantara”. Inisiatif ini ditujukan untuk memberikan pendanaan langsung kepada komunitas anggota dari tiga lembaga tersebut, agar mampu bergerak lebih masif dalam menjaga bumi untuk kelangsungan kehidupan manusia di masa depan.

Peluncuran Dana Nusantara dilakukan di Hotel Indonesia Kempinski, lokasi yang sama dengan penyelenggaraan Kongres Masyarakat Adat Nusantara pertama pada tahun 1999 yang didukung oleh beberapa organisasi masyarakat sipil, termasuk KPA dan WALHI.

Kala itu kongres berupaya mencari solusi atas persoalan masyarakat adat, di antaranya pelanggaran hak asasi, perampasan wilayah adat, pelecehan budaya, hingga diskriminasi masyarakat adat.

Adapun Dana Nusantara diluncurkan sebagai salah satu solusi nyata untuk menjawab hal tersebut terkait pemberdayaan sumber daya manusia dan alam sekitarnya. Dana Nusantara merupakan inisiatif yang pertama kali di dunia dalam hal penyaluran hibah secara langsung kepada Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal, untuk melanjutkan berbagai aktivitas dalam melindungi dan mengelola tanah, air, wilayah adat, lingkungan hidup, dan sumber-sumber agraria lainnya.

“Jelas, bahwa 80% keanekaragaman hayati dunia dilindungi dan dikelola oleh Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal. Dengan dukungan Dana Nusantara, kami berharap kontribusi dalam mengurangi emisi, deforestasi dan degradasi hutan akan semakin besar,” ujar Rukka Sombolinggi, Sekjen AMAN yang juga merupakan salah satu pendiri Dana Nusantara.

Selama ini, menurutnya pendanaan global untuk merespons perubahan iklim dan menjaga lingkungan yang menyasar Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal hanya $270 juta atau 1%, dan dari jumlah itu, hanya 16% atau $47 juta yang disalurkan langsung ke Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal di seluruh dunia.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.