Alokasi Anggaran Revitalisasi Sekolah di Sukabumi Rp 154 Miliar
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, dalam kegiatan audiensi dan dialog pendidikan yang diselenggarakan di SMPN 1 Cikembar, Rabu (5/8/2026)./visi.news/Andri.
VISI.NEWS - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ulhaq menyatakan bantuan revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Sukabumi pada 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal itu diungkapkan Fajar dalam kegiatan audiensi dan dialog mengenai kebijakan serta penguatan mutu pendidikan di Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan di SMPN 1 Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu (5/8/2026).
"Tampaknya bantuan pusat ke Kabupaten Sukabumi jauh lebih besar dari itu. Jadi kalau data yang saya punya, per hari ini mengacu kepada PKS yang sudah ditandatangani oleh pihak kementerian dan juga pihak sekolah, total bantuan revitnya tahun ini 174," kata dia.
Fajar menyebutkan, jumlah penerima bantuan revitalisasi di Kabupaten Sukabumi pada 2026 mencapai 174 sekolah, meningkat dibandingkan 2025 sebanyak 114 sekolah.
"Kalau tahun lalu total alokasi anggaran revit Rp 108 miliar, tahun ini Rp 154 miliar, naik Rp 50 miliar," imbuhnya.
Dia menjelaskan, jumlah satuan pendidikan yang mendapat program revitalisasi di Kabupaten Sukabumi masih dimungkinkan juga bertambah.
Dari jumlah tersebut, penerima bantuan revitalisasi terbanyak berasal dari jenjang sekolah dasar sebanyak 93 sekolah, selanjutnya, jenjang PAUD sebanyak 39 dan SMP sebanyak 29 sekolah.
Fajar menyatakan program revitalisasi diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat, satuan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah yang terdampak bencana.
Fajar mengungkapkan meningkatnya bantuan revitalisasi sekolah untuk Kabupaten Sukabumi karena menenuhi kriteria tersebut. "Kami memang memprioritaskan daerah yang memang membutuhkan, rusak berat, terdampak bencana dan daerah 3T," ujarnya.
Selain itu, menurut Fajar, meningkatnya jumlah revitalisasi sekolah di Kabupaten Sukabum, tidak terlepas dari terjalinnya komunikasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan pemerintah pusat.
"Jadi saya rasa karena faktor memenuhi kriteria bantuan yang sudah kita siapkan, rusak berat, daerah bencana, maupun daerah 3T. Yang kedua, saya rasa juga karena tingkat komunikasi yang baik antara Kabupaten Sukabumi dengan kami di ya di pusat," imbuhnya.
Sementara itu, audiensi dan dialog mengenai kebijakan serta penguatan mutu pendidikan di Kabupaten Sukabumi dihadiri kepala sekolah, para guru, tenaga kependidikan, pengawas serta berbagai organisasi pendidikan termasuk pendidikan non formal.
Wakil Bupati Andreas yang hadir berharap hasil audiensi ini dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan dan program yang konkret dengan solusi yang tepat serta sesuai dengan kebutuhan, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan, penguatan kapasitas guru, pemenuhan fasilitas belajar, dan peningkatan tata kelola pendidikan di Kabupaten Sukabumi.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi siap mendukung dan bersinergi dengan pemerintah pusat dalam melaksanakan berbagai kebijakan sesuai dengan kewenangan daerah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!