Air Mata di San Siro: Inter Milan Tumbang, Gabriel Jesus Menyempurnakan Malam Arsenal
VISI.NEWS|BANDUNG -Stadion San Siro menjadi saksi malam emosional Gabriel Jesus sekaligus tragedi bagi Inter Milan. Arsenal menaklukkan tuan rumah dengan skor 3-1 pada lanjutan Liga Champions, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB, kemenangan yang mematahkan perlawanan Inter dan mengakhiri penantian panjang The Gunners untuk kembali berjaya di tanah Italia.
Arsenal tampil tanpa rasa gentar sejak awal laga. Intensitas tinggi dan disiplin permainan membuat Inter kesulitan mengembangkan serangan. Dua gol Gabriel Jesus menjadi pukulan telak yang menggerus kepercayaan diri tuan rumah di hadapan pendukungnya sendiri.
Bagi Gabriel Jesus, laga di San Siro memiliki makna lebih dari sekadar kemenangan. Gol-gol yang ia cetak lahir dari perjalanan panjang yang sempat terhenti oleh cedera dan kritik.
“Ini adalah malam impian, saya selalu bermimpi menjadi pesepakbola,” kata Gabriel Jesus.
“Saya sering menonton Serie A saat kecil, jadi berada di stadion ini dan mencetak gol membuat mata saya berkaca-kaca karena saya selalu bermimpi berada di sini,” ujarnya.
Gol tersebut juga mengakhiri puasa gol Jesus di Liga Champions yang telah berlangsung selama dua tahun. Musim lalu, cedera memaksanya menepi dari lapangan hampir satu tahun penuh, periode yang ia sebut sebagai masa pembelajaran terberat dalam kariernya.
“Selalu ada alasan mengapa segala sesuatu terjadi, entah itu hal baik atau hal sulit,” ucap Gabriel Jesus.
“Saya mempelajari hal itu selama 11 bulan saya absen dari lapangan,” lanjutnya.
Di atas lapangan, Arsenal dinilai tampil jauh lebih superior. Jesus menegaskan kemenangan ini lahir dari kemampuan timnya mengendalikan permainan Inter yang dikenal agresif, terutama di kandang sendiri.
“Selalu sulit bermain melawan Inter Milan, kami datang ke sini musim lalu dan kalah,” kata Gabriel Jesus.
“Malam ini kami bermain lebih baik dari mereka, kami mengendalikan mereka tapi mereka tim top dan menyerang,” tegasnya.
“Kami mencetak gol di akhir dan mendapatkan tiga poin, kami harus terus melaju karena kami punya satu laga lagi di akhir pekan,” sambungnya.
Kekalahan ini menjadi malam pahit bagi Inter Milan, yang tak mampu memaksimalkan dukungan penuh San Siro. Sebaliknya, Arsenal mencatatkan kemenangan perdana mereka di Italia sejak 2008, sebuah catatan bersejarah di kompetisi Eropa.
Di tengah persaingan ketat lini depan Arsenal, Jesus juga menunjukkan sikap dewasa. Ia mengaku memahami dinamika perebutan posisi dan justru menyambut kontribusi rekan-rekannya.
“Semua orang ingin menjadi starter, saya orang yang sangat respek akan hal itu,” ujar Jesus.
“Saya bukan anak kecil lagi, saya 28 tahun, jadi saya mengerti sepak bola,” katanya.
“Saya sangat senang Vik masuk dan mencetak gol, saya yakin Kai akan mencetak gol saat mendapat kesempatan,” tutup Gabriel Jesus.
Malam di San Siro ini menjadi simbol kebangkitan pribadi Gabriel Jesus, sekaligus tragedi bagi Inter Milan, yang harus menyaksikan stadion ikonik mereka berubah menjadi panggung kemenangan tim tamu.@fajar
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!