AI Merevolusi Perlawanan Terhadap Kanker dan Diabetes
- Para ilmuwan yang tengah menghadapi dua tantangan kesehatan paling mendesak di dunia kini membuat kemajuan pesat dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) dalam menemukan sasaran obat, memprediksi risiko penyakit, dan merancang perawatan yang disesuaikan.
Oleh: Jugal Das dan Varsha Dhanda Shiv Nadar University, Delhi-NCR
KECERDASAN buatan (AI) sedang merevolusi cara ilmuwan mempelajari kanker dan diabetes Tipe 1 serta menemukan cara untuk memeranginya. Dari menemukan sasaran obat baru dan memprediksi siapa yang berisiko mengidap penyakit, hingga merancang perawatan yang disesuaikan untuk pasien individu, AI sedang membentuk ulang penelitian biomedis, diagnosis, dan perencanaan terapi, membuatnya lebih cepat, cerdas, dan lebih tepat.
Setiap tahun, kanker dan diabetes Tipe 1 menyebabkan dampak besar di seluruh dunia. Pada 2022, sekitar 20 juta kasus kanker baru didiagnosis, dan hampir 9,7 juta jiwa hilang akibat penyakit ini. Para ahli memperkirakan bahwa pada 2050, kasus kanker baru bisa meningkat menjadi lebih dari 35 juta, didorong oleh populasi yang menua dan risiko gaya hidup seperti penggunaan tembakau, obesitas, dan alkohol.
Pada saat yang sama, diabetes Tipe 1 (T1D), di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel yang menghasilkan insulin, juga meningkat. Pada 2025, diperkirakan sekitar 9,5 juta orang di seluruh dunia hidup dengan jenis diabetes ini, naik dari 8,4 juta pada 2021.
Kedua penyakit ini berakar pada sistem kekebalan tubuh, tetapi dengan cara yang berlawanan. Dalam kanker, sistem kekebalan tubuh terlalu lemah atau mati, memungkinkan tumor tumbuh tanpa hambatan. Sedangkan dalam diabetes Tipe 1, sistem kekebalan tubuh berlebihan dan menyerang sel-sel sehat. Meski demikian, kedua kondisi ini berasal dari ketidakseimbangan sistem kekebalan tubuh—dengan cara yang berbeda, seperti yang pertama kali diamati oleh pemenang Nobel, Peter Medawar, dalam pidato Nobel-nya pada 1960.
AI dalam Penemuan Obat
Kecerdasan buatan sedang mengubah dengan cepat cara penemuan obat-obatan baru dan sasaran terapeutik dalam imunologi kanker. Secara tradisional, menemukan antigen tumor atau titik pemeriksaan imun yang bisa menjadi sasaran obat adalah proses yang memakan waktu, memerlukan bertahun-tahun kerja laboratorium. Kini, AI mempercepat hal ini dengan menyaring dataset besar—mulai dari urutan genetik hingga profil sel tunggal—untuk mendeteksi pola yang mengungkapkan bagaimana sel kanker menghindari pengawasan imun.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!