Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

Ahmad Suaedy: Pemilu 2024 Jangan Sampai Memunculkan Polarisasi di Masyarakat

ED
Selasa, 16 Mei 2023 | 05:59 WIB
Bagikan
Ahmad Suaedy: Pemilu 2024 Jangan Sampai Memunculkan Polarisasi di Masyarakat

“Para tim (pendukung) sudah mengerikan sekali, sudah ada yang mengarah kepada penghinaan kelompok. Kalau masalah ini, hanya pemimpin agama yang bisa mengatasi,” tuturnya. Kedepankan substansi Selain itu, Doktor Bidang Studi Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menilai, perdebatan yang terjadi di media sosial, yang melibatkan para pendukung calon, tidak memiliki substansi.

Masyarakat dan para pendukung tersebut hanya melihat soal tokoh dan partai semata. “Substansinya tidak ada, kita tidak tahu juga gambaran misalnya Prabowo menang jadi apa, Ganjar menang jadi apa, Anies menang jadi apa. Yang dipermainkan adalah soal identitas tadi, maka kita perlu masuk ke substansi,” katanya menegaskan.

Karena itu, menurut Ahmad Suaedy, dinamika yang terjadi pada Pemilu tahun 2024 harus mengedepankan substansi. Salah satunya terkait konsep keadilan Indonesia lima tahun ke depan. “Misalnya ada kesenjangan petani kota dan desa, petani dan industri, lalu bagaimana agar kehidupan petani kalaupun ada kesenjangan, bagaimana agar kesenjangan itu semakin dekat,” ucapnya.

Ahmad Suaedy mencontohkan, Pemilu Malaysia yang menampilkan gagasan dari masing-masing calon tahun 1970-an. Saat itu, Mahathir Mohamad menerbitkan buku tentang malikil ma atau afirmasi terhadap masyarakat melayu. “Nah di Indonesia seperti apa?” ungkapnya.

Kekhawatiran adanya polarisasi Pemilu 2024 juga sempat disampaikan oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin. Menurutnya, Pemilu 2024 idealnya terbebas dari penggunaan politik identitas yang dapat menyebabkan polarisasi sosial. “Polarisasi Pemilu lalu, yang kemudian membawa isu-isu identitas, itu jangan sampai diulangi,” pinta Wapres belum lama ini.

Wapres berharap, Pemilu 2024 tidak membuat persaudaraan masyarakat Indonesia menjadi retak. Salah satu upayanya, kata Wapres, yaitu dengan adanya arahan dari tokoh agama dan tokoh masyarakat.@mpa/nu.or.id

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.