Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026

Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Diet Tanpa Panduan, Bisa Ganggu Kesehatan Mental

Desi Rossilawati
Rabu, 11 Juni 2025 | 00:00 WIB
Bagikan
Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Diet Tanpa Panduan, Bisa Ganggu Kesehatan Mental
VISI.NEWS | BANDUNG - Diet yang terlalu ketat, terutama yang rendah kalori atau membatasi nutrisi tertentu, ternyata dapat berdampak buruk pada kesehatan mental. Temuan ini diungkap dalam sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal BMJ Nutrition Prevention & Health, yang menganalisis data lebih dari 28.000 orang dewasa di Amerika Serikat dari survei kesehatan nasional antara 2007 hingga 2018. Dalam studi ini, para responden menjawab pertanyaan seputar pola makan, berat badan, serta kondisi emosional menggunakan kuesioner depresi PHQ-9. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 8 persen dari total partisipan mengalami gejala depresi. Dari seluruh responden, 87 persen tidak menjalani diet khusus, sementara sisanya mengikuti diet rendah kalori, membatasi nutrisi seperti gula dan lemak, atau menjalani pola makan khusus untuk kondisi medis. Menariknya, skor gejala depresi lebih tinggi ditemukan pada mereka yang menjalani diet ketat, khususnya pria dengan berat badan berlebih atau obesitas. Para peneliti mengungkapkan bahwa diet yang terlalu ketat dapat menimbulkan stres fisiologis karena tubuh kekurangan asupan gizi penting seperti protein, vitamin, dan mineral. Kekurangan ini bisa mengganggu fungsi otak dan memperburuk suasana hati. Beberapa jenis diet juga membatasi karbohidrat atau lemak sehat seperti omega-3, yang justru krusial untuk kesehatan mental dan stabilitas emosi. Pria disebut lebih rentan terhadap dampak ini karena kebutuhan nutrisi mereka umumnya lebih besar dibandingkan wanita. Selain itu, fenomena "diet yo-yo" — penurunan berat badan yang diikuti oleh kenaikan kembali — juga diyakini bisa memicu tekanan psikologis tambahan. Penelitian ini berbeda dari studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa diet rendah kalori dapat menurunkan risiko depresi. Namun, menurut peneliti, perbedaan ini kemungkinan disebabkan oleh pengawasan profesional dalam studi terdahulu, di mana pola makan lebih terkontrol dan seimbang. Studi ini bersifat observasional, sehingga belum dapat menyimpulkan bahwa diet secara langsung menyebabkan depresi. Namun, hasilnya menjadi pengingat penting bahwa pola makan ketat tanpa pengawasan ahli gizi bisa berdampak negatif, terutama bagi kesehatan mental. Para ahli menyarankan agar program diet dilakukan secara bertahap, seimbang, dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu demi hasil yang berkelanjutan dan aman. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.