Ace Hasan Syadzily : Guru Agama Harus Menjadi Teladan Bagi Generasi Emas
ED
Editor
M Purnama Alam
Sabtu, 25 November 2023 | 13:48 WIB
Ajarkan Moderasi Agama
"Selagi saya jadi DPR RI, saya tidak mau revisi yang menghilangkan pendidikan agama. Di negara yang sekuler, tidak boleh diajarkan di sekolah negeri. Di Prancis, ada gak pendidikan agama? Ada juga, tapi untuk riset aja, bukan untuk aspek psikomotorik. Agama itu mimpi, agama itu halusinasi. Di Eropa kan begitu," ungkap Ace Hasan.
Ia juga mengingatkan bahwa kekayaan alam Indonesia bukan menjadi jaminan untuk menjadi negara maju, jika tidak dikelola dengan baik dan bijak. Ia menyoroti adanya konflik yang disebabkan oleh sumber daya alam, baik di dalam maupun luar negeri. Ia berpesan agar guru agama dapat mengajarkan moderasi agama dan tidak membiarkan agama menjadi sumber konflik atau politik identitas.
"Kekayaan alam bukan menjadi jaminan negara maju. Dalam ekonomi politik, ada istilah kutukan sumber daya alam. Kekayaan akan membuat kita konflik, kalau tidak dikelola dengan baik. Termasuk di Amerika Latin, Venezuela kaya sekali. Termasuk di Timur Tengah, menurut riset, kenapa Israel mengebom Gaza terus menerus? Karena Gaza mengandung gas terbesar. Yang ingin saya tekankan, hati-hati kita mengajarkan nilai-nilai agama, karena kalau tidak bisa, bisa agama dijadikan sebagai simbol. Ujung-ujungnya soal kekuasaan. Karena itu, guru-guru agama, moderasi agama penting untuk diajarkan. Konflik gara-gara agama, sejatinya kita ini bangsa yang besar. Karena itu, bapak ibu sekalian, saya ingin mengingatkan, memastikan sumber daya manusia kita maju, agama kita juga bisa kompatibel dengan kemajuan bangsa kita. Agama jangan jadi sumber konflik, apalagi yang namanya soal politik identitas. Yang harus kita jaga supaya jangan menjadi masalah di masyarakat," tutur Ace Hasan.
Terakhir, Ace Hasan menyampaikan bahwa pendidikan membutuhkan dukungan politik, terutama dalam hal anggaran. Ia menjelaskan bahwa anggaran pendidikan Indonesia mencapai 660 triliun rupiah, yang terbagi menjadi tiga bagian: daerah, pusat, dan pembiayaan. Ia berharap, anggaran tersebut dapat digunakan secara optimal dan efisien untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
"Pada kesempatan ini, saya menyampaikan hal penting bahwa pendidikan itu membutuhkan dukungan politik. Tidak ada pendidikan yang tidak ditopang oleh politik. Konstitusi kita jelas, anggaran pendidikan kita 660 triliun rupiah. 346 triliun ke daerah, dinas-dinas. 237 triliun dikelola pusat. 77 triliun digunakan sebagai pembiayaan, untuk misalnya beasiswa dan lain-lain," pungkas Ace Hasan.
@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!