ABB dan Keppel Tandatangani Perjanjian untuk Kolaborasi Berbasis Digital

ED
Sabtu, 26 Februari 2022 | 05:29 WIB
Bagikan
ABB dan Keppel Tandatangani Perjanjian untuk Kolaborasi Berbasis Digital

Area utama sebagai prioritas dalam memorandum ini termasuk:

  • Berbagi pengetahuan terkait digitalisasi dan teknologi rendah karbon pada pengelolaan air.
  • Menciptakan potensi area untuk kolaborasi pada distribusi energi pintar, mobile-connect secara jarak jauh.
  • Mengembangkan rencana prediksi pada sistem pemeliharaan menggunakan platform ABB Ability™ Condition.
  • Monitoring untuk menganalisa data dan menerima arahan dari para ahli untuk pengambilan keputusan.

"Kami sangat berkomitmen bekerjasama dengan Keppel untuk mempercepat penerapan teknologi pintar untuk memenuhi kebutuhan air Singapura masa kini dan di masa depan. Terkait hal ini, MoU ini sangat penting untuk kedua belah pihak. Kedua perusahaan ini telah berkecimpung lama di industri ini dan kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk membangun sistem pengelolaan air Singapura," ujar Narayanan, Senior Vice President, Asia, ABB Motion Business Area.

Kebutuhan air di Singapura kini sekitar 430 juta galon per hari dan akan berlipat ganda pada 2060. Untuk meningkatkan keamanan, Singapura mencari sistem desalinasi yang tahan cuaca sebagai sumber air untuk populasinya yang berkisar 5,5 juta jiwa. Desalinasi diharapakan mampu mencapai 30 persen dari kebutuhan air Singapura pada 2060. Desalinasi sangat berkontribusi pada pengelolaan air Singapura, proses pengelolaan energi ini membutuhkan metode terkini untuk meningkatkan efisiensi dan kesinambungan.

Pada 2020, ABB memasang teknologi terkini, termasuk otomatisasi dan sistem kontrol, serta instrumentasi dan penganalisa air di Keppel Marina East Desalination Plant (KMEDP), salah satu instalasi desalinasi tercanggih di dunia yang didesain untuk memproduksi 30 juta galon air bersih setiap harinya.

"Digitalisasi adalah masa depan air Singapura. Ketika Singapura terus menargetkan untuk memenuhi kebutuhan air sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca, ada kebutuhan tersendiri akan teknologi yang mampu memberikan operasi yang lebih aman, lebih pintar dan lebih berkesinambungan. Kuncinya adalah berpikir kembali dan ambil langkah besar untuk mencapai tujuan ini," tambah Narayanan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.