6 Juta Orang Teken Petisi Diskualifikasi Argentina dari Piala Dunia
Timnas Argentina./visi.news/BBC.
Ia juga mempertanyakan komitmen FIFA terhadap slogan Fair Play.
"FIFA mempromosikan 'Fair Play', tetapi kami tidak melihatnya di lapangan. Tanpa kesalahan-kesalahan itu, hasil pertandingan pasti akan berbeda," ujarnya.
Menanggapi tudingan tersebut, pelatih Argentina Lionel Scaloni membantah keras adanya perlakuan khusus terhadap timnya. Menurutnya, tuduhan serupa sudah kerap muncul sejak Argentina menjuarai Piala Dunia 1986.
"Pada 1986 mereka juga mengatakan Argentina mendapat keuntungan yang tidak adil. Ini bukan hal baru bagi kami," ujar Scaloni dalam konferensi pers menjelang laga perempat final.
Scaloni menilai perkembangan teknologi VAR membuat peluang terjadinya keberpihakan terhadap tim tertentu menjadi sangat kecil.
"Dengan VAR dan seluruh teknologi yang kami miliki sekarang, sangat sulit membantu siapa pun. Tidak ada ruang untuk interpretasi yang berbeda," katanya.
Ia menjelaskan, jika seorang pemain melakukan pelanggaran yang berujung terciptanya gol, maka gol tersebut akan dianulir sesuai ketentuan yang berlaku.
"Media sosial memperbesar semua hal sehingga kontroversi cepat menyebar. Namun tidak ada keberpihakan. Justru sekarang sangat sulit membantu tim tertentu. Mungkin dulu hal seperti itu bisa terjadi, saya tidak tahu, tetapi saat ini hampir mustahil," ujar Scaloni.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!