2022, Tahun Paling Mematikan bagi Warga Palestina dalam 7 Tahun Terakhir
VISI.NEWS | PALESTINA - Tahun lalu (2022, red) menandai sebagai tahun paling mematikan dalam tujuh tahun bagi warga Palestina. Betapa tidak, ada 230 kematian, kata utusan Palestina di Ankara, Selasa (17/1).
Dia memperingatkan eskalasi diperkirakan akan berlanjut pada 2023 karena 13 warga Palestina, termasuk tiga anak telah terbunuh sejak awal Januari.
“Tahun 2022 bukan tahun yang dingin dan damai, melainkan tahun yang panas berdarah di mana penderitaan rakyat dan bangsa kita semakin meningkat,” kata Dubes Faed Mustafa dalam konferensi pers bertajuk “2023: Tahun Tantangan Besar yang Dihadapi Negara Palestina di bawah pemerintahan sayap kanan Israel."
Dia mengatakan 171 warga Palestina tewas di Tepi Barat tahun lalu dan 59 di Jalur Gaza yang diblokade yang merupakan "jumlah kematian tertinggi dalam tujuh tahun."
Tentara dan pemukim Israel melukai 9.353 warga Palestina lainnya, sementara lebih dari 6.500 ditahan, termasuk sekitar 5.000 yang masih mendekam di penjara Israel, tambahnya.
Lebih dari 830 rumah dan fasilitas lainnya dihancurkan, lebih dari 13.000 pohon zaitun rusak dan tumbang, dan lebih dari 13.000 unit pemukiman telah dibangun di Tepi Barat, katanya.
Ada lebih dari 262 serangan di Masjid Al-Aqsa oleh sekitar 48.000 ekstremis yang dilindungi oleh pasukan Israel, kata diplomat Palestina itu.
Pemerintah baru Israel 'paling ekstrem' Pemerintah baru Israel yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu adalah yang "paling ekstrem" dan memiliki "ideologi fasis dan rasis," Mustafa memperingatkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!