1,3 Ton Ketamine Digagalkan di Natuna

ED
PN
Minggu, 9 Agustus 2026 | 18:53 WIB
Bagikan
1,3 Ton Ketamine Digagalkan di Natuna

Operasi berlangsung ketat mengingat kapal tersebut diduga membawa muatan narkotika dalam jumlah besar. Setelah berhasil dihentikan, tim gabungan yang terdiri dari personel BNN, Bea dan Cukai, serta Bareskrim Polri yang berada di atas Kapal BC 30005 segera melakukan pengamanan dan pengawalan terhadap kapal King Sun.

Kapal kemudian diarahkan menuju perairan Bintan untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam. Pada sore hari, petugas melakukan proses on board inspection dan mengawal kapal beserta seluruh awaknya hingga bersandar di Pangkalan Kodaeral IV Tanjung Sengkuang.

Pemeriksaan intensif dilakukan pada Jumat, 7 Agustus 2026. Tim gabungan melibatkan unit anjing pelacak atau K-9 serta melakukan interogasi terhadap seluruh awak kapal guna mencari lokasi penyimpanan narkotika yang diduga disembunyikan secara khusus.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Petugas menemukan sebuah ruang rahasia yang berada di bawah lantai kamar salah satu ABK asal Taiwan. Kompartemen tersembunyi itu diduga sengaja dibuat untuk menyamarkan keberadaan narkotika dari pemeriksaan biasa.

Dari lokasi tersebut, aparat menemukan puluhan karung berisi paket-paket mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas menyita 65 karung yang berisi narkotika jenis ketamine dalam bentuk kristal.

Sebanyak 64 karung masing-masing berisi sekitar 20 bungkus teh Cina berwarna hijau, sementara satu karung lainnya berisi 18 bungkus dengan kemasan serupa. Total keseluruhan barang bukti yang diamankan diperkirakan mencapai 1,3 ton ketamine dengan berat bruto.

Selain menyita barang bukti, petugas juga mengamankan delapan orang ABK yang masing-masing berinisial ZO, MML, KH, MM, TA, ML, TMH, dan PL. Mereka saat ini menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap peran masing-masing dalam operasi penyelundupan tersebut.

Aparat menduga kapal King Sun merupakan bagian dari jaringan sindikat narkotika internasional yang memanfaatkan jalur laut Asia Tenggara untuk memasok narkotika ke berbagai negara tujuan. Besarnya jumlah ketamine yang ditemukan menunjukkan bahwa jaringan tersebut memiliki kapasitas logistik dan pendanaan yang sangat kuat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.