12 Jurnalis Terpilih untuk Meliput COP30 di Belém, Brasil
Proses seleksi beasiswa ini menarik lebih dari 480 pelamar dari seluruh dunia, dengan jurnalis yang terpilih akan menghadiri COP30 untuk pertama kalinya. Mereka akan mengikuti berbagai kegiatan orientasi, pengarahan harian, serta wawancara dengan pejabat tinggi dan acara jejaring yang diselenggarakan oleh Stanley Center dan EJN untuk mendukung peliputan berkualitas terkait COP30.
Devon Terrill, Senior Program Officer untuk Jurnalisme dan Media di Stanley Center, mengatakan, "COP kali ini sangat penting mengingat banyaknya kemajuan yang diperlukan untuk membatasi pemanasan global hingga mendekati 1,5°C. Adalah vital bagi jurnalis dari negara-negara yang paling terpengaruh oleh kelalaian aksi iklim untuk menyoroti keputusan yang diambil di COP30 dan membantu audiens mereka memahami dampaknya."
Lokasi COP30 di Belém, yang terletak di sepanjang Sungai Amazon, bertujuan untuk menarik perhatian lebih besar pada isu-isu seperti hutan, kemiskinan, keanekaragaman hayati, dan hak-hak masyarakat adat. Para peserta konferensi juga akan membahas kontribusi yang telah ditentukan secara nasional (NDC) untuk komitmen 2035, serta finalisasi keputusan penting di berbagai bidang seperti Adaptasi, Transisi yang Adil, dan implementasi rekomendasi dari Global Stocktake.
James Fahn, Direktur Eksekutif EJN, menambahkan, "COP30 datang di tengah ketidakpastian geopolitik dan keuangan, baik untuk negara-negara, organisasi, maupun media yang berusaha untuk melaporkan perubahan iklim. Oleh karena itu, mendukung jurnalis dari negara-negara ini untuk meliput konferensi ini sangat penting untuk memastikan informasi yang relevan dan akurat sampai ke audiens mereka."
Beasiswa ini memungkinkan jurnalis dari negara-negara berkembang yang paling terdampak perubahan iklim untuk melaporkan langsung dari lokasi pertemuan, menyajikan perspektif lokal yang lebih dalam daripada hanya mengandalkan laporan dari layanan berita internasional. Para jurnalis ini akan memberikan konteks lokal terhadap negosiasi internasional dan menghubungkannya dengan pengalaman nyata masyarakat yang sedang berjuang menghadapi dampak perubahan iklim.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!