Zuhud: Hidup Sederhana, Fokus ke Akhirat
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 9 Juni 2025 | 23:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Di tengah dunia yang makin bising dengan urusan materi, jabatan, dan popularitas, Islam mengenalkan kita pada satu konsep hidup yang menyejukkan yakni zuhud.
Zuhud bukan sekadar hidup miskin atau menjauhi dunia sepenuhnya. Justru, zuhud adalah sikap hati yang tidak terikat pada dunia, karena yang diincar bukan dunia, tapi akhirat yang kekal.
Orang yang zuhud tetap bisa punya harta, pekerjaan bagus, bahkan jabatan tinggi. Tapi yang membedakan, hatinya tak bergantung pada itu semua. Ia lebih cinta kepada Allah daripada gemerlap dunia. Zuhud membuat seseorang dekat dengan Tuhannya dan membersihkan hatinya dari ambisi duniawi.
Menurut Imam Al-Ghazali, zuhud adalah meninggalkan urusan dunia demi mendapatkan yang lebih bernilai di akhirat. Sementara Imam Ahmad bin Hanbal menegaskan bahwa zuhud adalah berpaling dari sesuatu yang nilainya rendah, dalam hal ini, dunia.
Allah pun mengingatkan kita dalam Surah Al-Kahfi ayat 46.
اَلْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا ٤٦
Artinya: "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, sedangkan amal kebajikan yang abadi (pahalanya) adalah lebih baik balasannya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan." Banyak yang salah paham, mengira zuhud berarti hidup miskin, lusuh, dan menjauhi segalanya. Padahal tidak. Zuhud bukan meninggalkan dunia, melainkan tidak diperbudak oleh dunia. Orang zuhud tetap bekerja, tetap punya cita-cita, tapi semua dijalani tanpa keterikatan berlebihan, dan selalu mengarah pada ridha Allah. Dalam kitab 'Etika Islam Menuju Evolusi Diri', Faidh Kasyani menyebutkan tiga level zuhud: 1. Zuhud karena takut neraka 2. Zuhud karena ingin memperoleh pahala dan kenikmatan surga 3. Zuhud karena hanya ingin Allah dan rindu berjumpa dengan-Nya Semakin tinggi tingkatannya, semakin dalam pula ikhlas dan cinta seorang hamba kepada Tuhannya. Zuhud bisa wajib jika menjauhi hal haram, sunnah jika meninggalkan hal halal untuk kebaikan, dan mubah jika menjauhi hal syubhat (yang belum jelas hukumnya).Ciri-Ciri Orang Zuhud
Orang yang benar-benar zuhud punya ciri khas:- Menyadari dunia itu sementara.
- Menganggap akhirat sebagai tujuan utama.
- Tidak tergila-gila pada harta dan jabatan.
- Menggunakan kekayaan untuk berbagi di jalan Allah.
- Hidup sederhana, tidak berlebihan meskipun mampu.
- Menjaga hati, lisan, dan pandangan dari hal yang sia-sia.
- Senantiasa berdzikir dan mengingat Allah dalam keseharian.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!