Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Zona Rekomendasi Gunung Lewotobi Diperluas, Masyarakat Dilarang Dekat Area Erupsi

Desi Rossilawati
Minggu, 10 November 2024 | 19:00 WIB
Bagikan
Zona Rekomendasi Gunung Lewotobi Diperluas, Masyarakat Dilarang Dekat Area Erupsi
VISI.NEWS | NTT - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperluas zona rekomendasi untuk Gunung Lewotobi Laki-Laki. Sebelumnya, zona yang disarankan dengan radius 8 kilometer untuk sektor barat daya dan barat laut kini diperluas menjadi 9 kilometer. Keputusan ini mulai berlaku pada Sabtu (9/11/2024). Oleh karena itu, masyarakat dan pengunjung tetap dilarang melakukan aktivitas dalam radius 7 kilometer dari puncak erupsi serta dalam radius 9 kilometer untuk sektor barat daya dan barat laut. Dalam dua hari terakhir, PVMBG mencatat beberapa erupsi besar yang terjadi di Gunung Lewotobi. Pada Jumat (8/11/2024), terjadi rentetan erupsi dengan kolom erupsi mencapai 5.000 meter, diikuti oleh awan panas yang menjalar hingga 3.000 meter ke arah timur laut. Erupsi lainnya terjadi berulang kali pada pukul 07:48, 10:23, 10:44, dan 13:14 WITA, dengan ketinggian kolom erupsi antara 1.000 hingga 2.500 meter. Pada pukul 13:55, kolom erupsi bahkan mencapai 8.000 meter dengan intensitas yang condong ke arah barat daya dan barat laut. Pada Sabtu, 9 November, erupsi besar kembali terjadi dengan kolom erupsi mencapai 9.000 meter, disertai dengan awan panas yang bergerak sejauh 2.000 meter ke arah barat laut. Erupsi terus berlangsung sepanjang hari dengan ketinggian kolom yang bervariasi antara 1.000 hingga 6.000 meter. Sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah pengungsi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuka beberapa lokasi pengungsian baru. Salah satunya adalah SDK Eputobi di Kecamatan Titehena yang mulai menampung pengungsi sejak Sabtu sore. BNPB juga menyiapkan tempat pengungsian lainnya jika jumlah pengungsi terus meningkat. "Satu tempat pengungsian terbaru yang sudah mulai menampung masyarakat yang menungsi sejak kemarin sore adalah SDK Eputobi yang berada di Kecamatan Titehena. Rencananya jika pengungsi masih terus bertambah, akan kembali disiapkan titik-titik pengungsian lainnya," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Minggu (10/11/2024). Hingga 9 November, sebanyak 1.049 orang dari tujuh desa telah mengungsi akibat erupsi ini. BNPB, bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi para pengungsi, termasuk menyiapkan tenda tambahan jika lokasi pengungsian yang ada tidak lagi mencukupi. "Perlengkapan pendukung juga mulai disiapkan seperti matras, kasur lipat, selimut, perlengkapan kebersihan, perlengkapan memasak, makanan dan minuman, tenaga kesehatan, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya," ucap dia. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.