Ziarah ke Gus Dur, Menyusuri Jejak Sang Guru Bangsa di Tebuireng
Sementara itu, seorang ibu peziarah asal Lampung mengaku menempuh perjalanan panjang demi bisa berdoa di makam Gus Dur.
"Gus Dur itu tokoh yang dicintai banyak orang. Beliau milik seluruh bangsa Indonesia. Karena itu kami ingin berziarah dan mendoakan beliau," tuturnya.
Keramaian peziarah juga dibenarkan oleh Pian, salah seorang petugas di kompleks pemakaman Tebuireng.
Menurutnya, jumlah pengunjung pada akhir pekan jauh lebih besar dibandingkan hari biasa.
"Pada Sabtu dan Minggu pengunjungnya bukan lagi ratusan, tapi bisa sampai ribuan orang. Bahkan di terminal khusus bus para peziarah sering harus antre karena banyaknya rombongan yang datang," ungkap Pian kepada Tim Gowes VISI.NEWS.
Ia menjelaskan, makam Gus Dur dibuka untuk umum setiap hari. Pada siang hari, jam kunjungan dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Sementara malam hari, peziarah dapat berkunjung mulai pukul 20.00 hingga 02.00 dini hari.
Bagi Tim Gowes VISI.NEWS, kunjungan ke Tebuireng bukan sekadar singgah dalam perjalanan panjang melintasi Jawa Timur. Ziarah ini menjadi kesempatan untuk mengenang warisan pemikiran para ulama besar yang telah memberikan kontribusi penting bagi bangsa Indonesia.
Di tengah hiruk-pikuk peziarah yang terus berdatangan, kompleks makam Tebuireng tetap memancarkan aura ketenangan. Tempat ini seakan menjadi titik temu antara sejarah, spiritualitas, dan kecintaan masyarakat kepada para ulama yang telah mewariskan ilmu, keteladanan, serta semangat kebangsaan bagi generasi penerus.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!