Ziarah ke Gus Dur, Menyusuri Jejak Sang Guru Bangsa di Tebuireng
Tak jauh dari makam Mbah Hasyim, bersemayam pula KH Wahid Hasyim, tokoh nasional sekaligus Menteri Agama RI. Di kompleks yang sama juga dimakamkan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur beserta anggota keluarga besar lainnya.
Keberadaan makam Gus Dur menjadikan kawasan Tebuireng sebagai salah satu tujuan wisata religi terbesar di Indonesia. Tak heran jika setiap hari ribuan orang datang untuk berziarah.
Di area makam, suasana khusyuk terasa begitu kuat. Gema salawat Nabi Muhammad SAW dan bacaan tawasul terdengar dari berbagai sudut kompleks pemakaman. Setiap kelompok peziarah tampak dipimpin oleh kiai, ustadz, maupun tokoh agama yang membacakan doa-doa untuk para ulama yang telah wafat.
Ada yang duduk bersila di bawah rindangnya pepohonan, ada pula yang berdesakan mendekati area makam utama. Meski ramai, suasana tetap tertib dan penuh penghormatan.
Salah seorang peziarah asal Bandung, Jawa Barat, mengaku telah lama bercita-cita berziarah ke makam Gus Dur.
"Kami datang sekeluarga untuk mendoakan para ulama sekaligus mengenang perjuangan Gus Dur yang sangat berjasa menjaga persatuan bangsa. Rasanya tenang sekali berada di sini," ujarnya.
Hal senada disampaikan rombongan peziarah dari Cirebon yang datang menggunakan bus bersama jamaah pengajian.
"Setiap tahun kami berusaha datang ke Tebuireng. Selain ziarah, kami juga ingin mengenalkan sejarah perjuangan para ulama kepada generasi muda," kata seorang ustadz yang mendampingi rombongan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!