Zeis Zultaqawa: Jembatan Cijeruk Bukan Sekadar Penghubung, Tapi Ikon Kabupaten Bandung
“Anggaran Rp7 miliar itu bukan angka kecil. Namun, kami merancang jembatan ini bukan sekadar sebagai penghubung, melainkan juga sebagai ikon wilayah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah menyiapkan jembatan ini untuk mendukung pengembangan kawasan. Pemerintah mengarahkan jembatan agar memiliki nilai visual dan daya tarik. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap jembatan dapat mendorong potensi pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Selain itu, Zeis memastikan bahwa pemerintah segera memfungsikan jembatan setelah peresmian. Pemerintah ingin masyarakat langsung merasakan manfaatnya. Akses baru ini, kata dia, akan mempersingkat waktu tempuh serta meningkatkan keselamatan pengguna kendaraan roda dua.
Pada saat yang sama, DPUTR Kabupaten Bandung berkomitmen melakukan pemantauan dan evaluasi berkala. Langkah tersebut bertujuan menjaga kualitas konstruksi serta memastikan keamanan jembatan dalam jangka panjang. Pemerintah juga membuka ruang masukan dari masyarakat untuk perbaikan ke depan.
Dengan beroperasinya Jembatan Roda Dua Cijeruk, Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan kembali arah kebijakan pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kebutuhan warga. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. @Ihda
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!