Yuk Bersepeda, Nih Lihat Manfaatnya Buat Kesehatan Tubuh
Tekanan darah tinggi, atau hipertensi, merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular pada beberapa orang. Beberapa ahli menyarankan bahwa aktivitas fisik seperti bersepeda bisa menjadi terapi utama untuk mencegah kondisi ini.
Bersepeda juga dapat membantu mengurangi tekanan darah selama periode waktu tertentu. Tinjauan di atas mencatat bahwa setelah 3 bulan, tekanan darah bisa turun 4,3%, dan setelah 6 bulan, bisa turun 11,8%. Sebuah studi tahun 2017 menambahkan bahwa bersepeda adalah metode yang efektif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita diabetes tipe 2.
Manajemen berat badan
Tinjauan sistematis tahun 2019 menunjukkan bahwa bersepeda adalah olahraga yang berguna untuk membantu mengurangi lemak tubuh dan massa tubuh. Jika seseorang ingin menurunkan berat badan, memiliki pola makan yang baik dan olahraga yang cukup keduanya penting.
Bersepeda dapat membantu seseorang mengatur berat badannya karena meningkatkan laju metabolisme, membangun otot, dan membakar lemak tubuh. Ini juga adaptif, artinya seseorang dapat mengubah panjang dan intensitas latihan agar sesuai dengan mereka.
Bukti menunjukkan bahwa berdasarkan tipe tubuh seseorang, mereka dapat membakar hingga 300 kalori per jam dengan bersepeda sedang. Jika seseorang meningkatkan intensitasnya, mereka dapat membakar lebih banyak kalori dalam waktu yang lebih singkat.
Kesehatan paru-paru
Bersepeda juga dapat membantu meningkatkan kesehatan paru-paru. Sebuah studi di tahun 2011, mencatat bahwa bersepeda sekitar 170-250 menit per minggu dapat sangat meningkatkan kesehatan paru-paru. Satu artikel menekankan bahwa olahraga seperti bersepeda penting untuk menjaga paru-paru tetap sehat bagi orang dengan dan tanpa kondisi paru-paru. Penelitian lain juga mencatat bahwa aktivitas fisik dapat membantu sistem kekebalan melindungi seseorang dari infeksi pernapasan seperti SARS-CoV-2, yang menyebabkan COVID-19.Bersepeda secara teratur juga dapat membantu meningkatkan fungsi paru-paru pada mereka yang memiliki kondisi paru-paru. Misalnya, orang dengan penyakit paru obstruktif kronik dapat menggabungkan bersepeda sebagai bagian dari program rehabilitasi paru mereka.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!