YKPA: Menyentuh Alam dan Kemanusiaan dengan Tangan Penuh Cinta
VISI.NEWS | BANDUNG - Di tengah gemuruh perubahan, pergeseran ke era digital, ada sekelompok anak-anak muda yang istiamah, dalam sunyi dan tulus, tanpa pamrih menjaga keharmonisan antara manusia dan alam. Mereka anak-anak muda yang tergabung dalam Yayasan Komunitas Pecinta Alam (YKPA), sebuah organisasi yang tidak hanya berfokus pada pelestarian alam, tetapi juga dalam membantu sesama yang terdampak oleh bencana alam dan permasalahan sosial. Dengan semangat yang tak tergoyahkan, hampir dua dasa warsa, mereka bekerja keras mewujudkan visi mereka untuk mendorong masyarakat yang peduli terhadap alam dan sesama.
Ketua YKPA Akrurozi, saat ditemui di basecampnya di Baleendah belum lama ini mengungkapkan, yayasannya didirikan pada tahun 2007 dengan Akta Notaris Nirmalasari, SH No: 06 Tahun 2007, dan terdaftar secara resmi di Departemen Hukum dan HAM RI (No. C1028.HT.01.02.TH.2007), Kesbangpol (No. 220/1621/YAYASAN/KesbangPol), serta Dinas Sosial Kabupaten Bandung (S T P O 062/1389/10/X/Dayasos/2014). "Alamat yayasan ini sejak berdiri sampai sekarang terletak di Jl. Adipati Kertamanah No. 53a RT 02 RW 16, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40375. Dengan legalitas yang lengkap dan solid, YKPA terus mengembangkan program-program sosial dan lingkungan yang berdampak langsung kepada masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional," ungkap pria bersahaja ini.
Di bangunan sederhana ini, para relawan datang silih berganti. "Sebagian istiqomah sebagai relawan. Bahkan sampai diturunkan ke anak-anaknya. Jadi di sini ada yang dulu ayahnya, sekarang anak-anaknya. Makanya, banyak anak-anak muda sekarang di sini," ungkap pria yang biasa disapa Kang Oji ini, di sela-sela kesibukannya mengatur para relawan yang diberangkatkan dan di tarik dari lokasi bencana di Sumatera.
Didampingi sekretaris yayasan Joko Nugroho dan bendahara Deria Tannada, Kang Oji mengungkapkan mereka telah berkomitmen untuk menjalankan visi besar YKPA. Visi ini berfokus pada pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat yang terdampak bencana alam dan musibah sosial. Akrurrozi, yang juga aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, menyatakan, “Kami percaya bahwa bumi ini bukan hanya milik kita, tetapi juga generasi yang akan datang. Itu sebabnya kami melibatkan banyak pihak dalam program pelestarian alam dan bantuan kemanusiaan. Dan, yang terpenting, kalau kita menolong mahluk Alloh, haqul yakin Alloh juga akan menolong kita dan keluarga kita,” ungkapnya.
Ia memaparkan pengalamannya saat bencana gempa bumi di Yogyakarta meninggalkan keluarganya hanya dengan menitipkan uang Rp 13.000. "Kalau bukan karena pertolongan Alloh, selama tiga bulan meninggalkan keluarga, hanya dengan uang 13.000 rupiah, pasti bermasalah. Toh Alhamdulillah, keluarga saya baik-baik saja, istri saya juga demikian. Alloh mengurus dan menolong mereka," kata Kang Oji yang rutin menerjunkan relawannya setiap terjadi bencana di berbagai daerah di tanah air.
Latar Belakang Yayasan
Yayasan Komunitas Pecinta Alam atau YKPA, kata Kang Oji, berawal dari keprihatinan terhadap krisis kemanusiaan yang terus berkembang sejak akhir abad ke-20. Berbagai bencana alam—seperti tsunami di Aceh, banjir bandang, gempa bumi, hingga letusan gunung berapi—telah menggugah hati para pendiri YKPA untuk beraksi. Begitu pula dengan bencana sosial yang memengaruhi jutaan jiwa. Dari peristiwa tersebut, mereka merumuskan langkah-langkah konkret untuk mengurangi penderitaan dan memberikan pertolongan kepada sesama.
Salah satu langkah awal yang signifikan dalam sejarah YKPA adalah Gladian Pencinta Alam yang digelar di Cisanti Gunung Wayang, sebuah upaya yang menjadi titik awal lahirnya komunitas ini. Sebagai organisasi yang bergerak di bidang pelestarian alam, pendidikan, dan pemberdayaan korban bencana, YKPA terus mengembangkan jejaring kemanusiaannya melalui berbagai kegiatan yang turut serta membangun kembali kehidupan yang hancur akibat bencana.
Visi dan Misi YKPA
Visi Yayasan Komunitas Pecinta Alam adalah membangun masyarakat yang dapat memelihara lingkungan secara etis dan moral, sehingga menghasilkan lingkungan yang aman dan nyaman untuk dihuni. YKPA juga berfokus pada penyelenggaraan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana alam dan sosial, dengan mengutamakan prinsip nonpartisan, kejujuran, transparansi, dan profesionalisme.
Misi mereka mencakup beberapa aspek penting, yaitu:
1. Meningkatkan keberdayaan masyarakat melalui konservasi yang adil dan berkelanjutan. 2. Mengembangkan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan. 3. Melakukan identifikasi korban bencana alam dan sosial di seluruh Indonesia. 4. Menggalang partisipasi masyarakat di tingkat nasional dan internasional untuk membantu korban bencana. 5. Menjalankan aksi bantuan cepat untuk korban bencana alam dan sosial. 6. Melaksanakan program bantuan darurat dan pemulihan komunitas untuk menumbuhkan kembali kepercayaan dan kebersamaan. 7. Mengembangkan pembangunan komunitas partisipatif untuk meningkatkan kemandirian masyarakat setempat.
Kiprah YKPA dalam Bencana Alam
Salah satu tonggak penting dalam perjalanan YKPA adalah keterlibatan mereka dalam bencana tsunami Aceh pada tahun 2004. Setelah kejadian tersebut, YKPA segera turun ke lapangan untuk memberikan bantuan darurat berupa makanan, pakaian, dan obat-obatan. Lebih dari itu, YKPA juga membantu dalam pembangunan kembali sarana pendidikan dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak, melalui program pelatihan keterampilan dan pemberian modal usaha.
Bencana alam lainnya yang mendapatkan perhatian serius dari YKPA adalah bencana banjir dan longsor di berbagai daerah di Sumatera, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Salah satunya adalah bencana longsor di Leuwi Gajah, Cimahi, yang mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur dan pemukiman. YKPA, bekerja sama dengan pemerintah setempat dan lembaga kemanusiaan lainnya, mengirimkan tim relawan untuk memberikan pertolongan pertama, distribusi bantuan logistik, dan melakukan upaya pemulihan jangka panjang bagi para korban.
Selain itu, YKPA juga aktif dalam penanggulangan bencana di daerah-daerah rawan bencana lainnya seperti di daerah Jawa Tengah yang sering dilanda banjir dan tanah longsor. Melalui program “Operasi Kemanusiaan”, YKPA memberikan bantuan darurat berupa makanan, tenda pengungsian, dan bahan kebutuhan pokok lainnya. Mereka juga terlibat dalam pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak dan memberikan pelatihan bagi korban untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi.
Pendekatan Komunitas dalam Setiap Kegiatan
YKPA selalu mengutamakan partisipasi aktif dari masyarakat dalam setiap program yang dijalankan. Mereka tidak hanya memberi bantuan secara langsung, tetapi juga mengajak masyarakat untuk terlibat dalam pelaksanaan program tersebut, baik dalam proses perencanaan maupun eksekusinya. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap perubahan yang terjadi.
Sebagai contoh, dalam program pelestarian alam, YKPA melibatkan masyarakat setempat dalam kegiatan konservasi, seperti reboisasi, penghijauan lahan kritis, serta pelatihan dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Mereka juga mendorong masyarakat untuk menjaga keanekaragaman hayati, sehingga alam tetap lestari dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Bencana Sosial: Menangani Masalah Kesejahteraan Sosial
Tidak hanya bencana alam, YKPA juga peduli pada bencana sosial yang dialami oleh banyak orang di Indonesia. Mereka aktif dalam menangani Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), seperti anak-anak terlantar, wanita korban kekerasan, penyandang cacat, hingga tuna sosial seperti pengemis dan gelandangan. YKPA memberikan perlindungan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi bagi mereka yang membutuhkan.
Di antara program sosial yang dilaksanakan adalah pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk anak-anak jalanan, serta pemberian bantuan sosial bagi keluarga miskin yang tinggal di daerah-daerah kumuh. Melalui upaya-upaya ini, YKPA berkomitmen untuk membantu menciptakan masyarakat yang lebih adil, setara, dan peduli terhadap sesama.
Membangun Komunitas Responsif
Melalui semua programnya, YKPA berupaya membangun komunitas yang tidak hanya responsif terhadap bencana, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bertahan dan berkembang setelah bencana terjadi. Mereka mengedepankan prinsip pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kemandirian, serta menciptakan jaringan koordinasi antar lembaga, baik pemerintah maupun swasta, dalam upaya penanggulangan bencana.
Sebagai lembaga yang mengedepankan integritas, profesionalisme, dan transparansi, YKPA terus berusaha memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian alam dan bantuan kemanusiaan. Mereka tidak hanya bergerak dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata yang membawa perubahan bagi kehidupan banyak orang, baik dalam menghadapi bencana alam, maupun dalam mengatasi permasalahan sosial yang terjadi di Indonesia.
Dengan semangat yang penuh cinta terhadap alam dan sesama, Yayasan Komunitas Pecinta Alam terus berusaha menciptakan dunia yang lebih baik, di mana alam tetap terjaga dan umat manusia saling peduli.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!