Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

Waspada Menghadapi Musim Kemarau, Beberapa Daerah di Jawa Mulai Dilanda Kekeringan

ED
Kamis, 23 Mei 2024 | 13:31 WIB
Bagikan
Waspada Menghadapi Musim Kemarau, Beberapa Daerah di Jawa Mulai Dilanda Kekeringan

VISI.NEWS | BANDUNG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan wilayah Pulau Jawa mulai memasuki musim kemarau menjelang akhir periode Mei 2024. BNPB mengingatkan waspada potensi kekeringan, sehingga tak terjadi seperti tahun lalu.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam Disaster Briefing, mengatakan bahwa di wilayah Jawa tidak ada tutupan awan hujan sehingga relatif terbuka terhadap sinar matahari langsung. Selain Jawa, wilayah Bali dan Nusa Tenggara juga relatif tidak ada tutupan awan hujan.

Dalam dua minggu terakhir, wilayah Jawa sudah jarang turun hujan. Intensitas hujan yang rendah di wilayah Pulau Jawa sejalan dengan kejadian bencana yang berkurang cukup signifikan.

Di wilayah lain, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Uka Suska Puji Utama, memprediksi Bandung memasuki musim kemarau dari Mei hingga September 2024. Meski sewaktu-waktu hujan turun, namun pihaknya mulai melakukan antisipasi potensi ancaman kekeringan dan kebakaran lahan atau hutan (karhutla).

Memasuki musim kemarau, potensi kesulitan untuk mendapatkan air bersih bisa saja terjadi di Kota Semarang. Hal itu perlu diantisipasi oleh masyarakat maupun pemerintah.

Sebagian besar wilayah di Jawa Timur sudah memasuki musim kemarau. Kawasan Surabaya Raya bahkan sudah memasuki musim kemarau pada akhir April.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi kekeringan dan kebakaran lahan atau hutan (karhutla) yang mungkin terjadi selama musim kemarau.

Saat terjadi bencana kekeringan, ada langkah-langkah penanganan yang dapat dilakukan, yakni:

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.