Warga Solo Lampiaskan Rindu Tonton Kirab Budaya Akulturasi "Gerebeg Sudiro"
Kirab budaya "Gerebeg Sudiro" sendiri, setiap tahun dipersiapkan sejak jauh hari, khususnya dalam pembuatan kue keranjang yang tahun 2023 ini disusun berbentuk miniatur "Stadion Manahan" dan "Gedung Joeang 45".
Gunungan yang tersusun dari 4.000 kue keranjang tersebut, dalam tradisi Jawa merupakan lambang kesuburan.
Di garis finish, gunungan dari ribuan kue keranjang diperebutkan para penonton yang memadati kawasan Pasar Gede dan Kelenteng Tien Kok Sie.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, melepas kirab budaya di panggung kehormatan sisi selatan "Tugu Jam Pasar Gede" dengan memukul genderang khas Tionghoa.
Sedangkan Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, melepas iring-iringan kirab dengan mengibaskan bendera start, disaksikan para pejabat Forkompinda dan sejumlah tokoh masyarakat.
Rute Kirab Budaya "Gerebeg Sudiro" 2023, melintas depan Balai Kota Solo menuju kawasan Pecinan Kreteg Gantung dan jalanan di Kelurahan Sudiroprajan, sampai finish kembali di kawasan Pasar Gede.
Warga Kota Solo dari berbagai penjuru yang selama 2 tahun tidak bisa menyaksikan "Gerebeg Sudiro", seperti ingin melampiaskan kerinduan. Ribuan orang memadati jalur yang dilintasi kirab budaya.
Beraneka ragam kesenian dan potensi tampil dalam arak-arakan, khususnya pertunjukan liong dan barongsai dari Makin, Sabhara Polresta dan lain-lain, serta kesenian tradisional, seperti Reog Ponorogo dan Lembu Sora, serta barisan Pokdarwis dengan pakaian ala prajurit keraton.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!