Walikota Surabaya Eri Cahyadi Minta Manajemen dan Jajaran PDAM Surya Sembada Kedepankan Pelayanan
VISI.NEWS | SURABAYA - Masyarakat Surabaya tak perlu khawatir tidak mendapatkan aliran air. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan tahun 2023 tidak ada lagi kawasan di Surabaya yang tidak dialiri air PDAM Surya Sembada. PDAM juga akan mengganti pipa-pipa yang sudah uzur.
Wali Kota Eri Cahyadi meminta manajemen dan jajaran PDAM Surya Sembada tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat pelanggan. Tidak boleh ada istilah tidak ada air di Kota Surabaya. Eri memastikan seluruh jaringan pipa bisa menyasar seluruh wilayah Surabaya.
“Jadi, seluruh jaringan pipa di seluruh Surabaya sampai tahun 2023 tidak ada lagi zona merah atau daerah yang tidak dialiri oleh air PDAM,” kata Eri Cahyadi, Jumat (3/12/2021).
Eri meminta direksi PDAM Surya Sembada untuk menghitung kebutuhan air secara total. Termasuk biaya pelanggan. Ke depan, PDAM juga diminta mengganti pipa-pipa yang sudah berumur untuk memperjernih aliran air ke rumah pelanggan.
“Ternyata pipa PDAM sudah puluhan tahun. Kalau tidak ingin keruh, maka pipa harus diganti. Dan, saya sampaikan kalau pipa diganti harus tahu investasinya berapa. Sampaikan ke masyarakat sehingga orang tahu. Pemkot tidak mendapatkan apa-apa tapi masyarakat mendapatkan manfaatnya,” jelasnya.
Mantan kepala Bappeko Surabaya itu juga meminta menghitung ulang tarif pelanggan. Sehingga subsidi per meter kubiknya harus ada perbedaan antara klaster perumahan elite dengan perkampungan biasa. “Bedanya harus dihitung. Berapa beda harga rumahnya, luasnya. Karena apa? Jangan sampai orang kaya disubsidi oleh orang yang penghasilannya pas-pasan,” tegasnya.
Mengenai rencana penggantian pipa baru, Eri meminta agar manajemen PDAM memperhitungkan dan merencanakan sebaik mungkin agar kepentingan masyarakat bisa terlayani. Dan, yang penting investasi.
“Teman-teman PDAM harus berani kaluar dari zona nyaman, mau pakai obligasi silakan. Yang jelas, dihitung nanti disampaikan ke publik mau mana yang dihitung. Karena semua untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!